151-2011. Izinkan Daku Mengadu.
Oleh
Hamdi Akhsan
I
Kekasih, izinkan hamba bertanya pada sebuah generasi yang kini hadir.
Sanggupkah mereka istiqamah dijalan-Mu untuk jalani taqdir.
Sebarkan hidayah-Mu di bumi bagaikan air mengalir.
Sampai kelak Kehidupan mereka akan berakhir.
Kini bumi-bumi sumber hidayah telah tercemar.
Kekayaan minyak yang luarbiasa menyembur keluar.
Menjadikan negeri mereka makmur dan kaya tak pernah lapar.
Serta membuat kehidupan mereka sekarang tak lagi jadi badui yang liar.
II
Dalam sejarah banyak sudah peristiwa yang terjadi pada umat dahulu.
Peringatan dan musibah sering dianggap sebagai angin lalu.
Hati mereka telah mengeras seperti kerasnya batu.
Dan Azab Ilahi pun akan datang di negeri itu.
Malam?sedikit dari mereka bangun munajad.
Banyak yang sibukkan diri mengumbar syahwat.
Bersenang-senang dengan segala makanan yang lezat.
Sungguh betapa malang para budak syaitan yang terjebak muslihat.
III
Segala bentuk permainan yang menghabiskan waktu telah diciptakan.
Oleh mereka yang menjadi prajurit setia tentara syaitan.
Tak sadar masa muda yang berpotensi terlalaikan.
Dan kelak akan terjadi padanya penyesalan.
Sungguh waktu hidup berlalu bagaikan kilat.
Baru sebentar telah datang jemputan sang malaikat.
Maka datanglah masa yang menjadi pemutus segala nikmat.
Dan kesadaran akan ruginya waktu yang terbuang datang terlambat.
IV
Tuhan telah bersumpah dengan sesuatu yang manusia harus waspada.
Waktu yang berlalu jangan dimanfaatkan untuk hal yang salah.
Isilah ia dengan iman dan aktivitas hidup yang berharga.
Agar bermanfaat maksimal dan tidak tersia-sia.
Pada-Mu kuadukan ketakmampuan diri menyeru.
Agar bangkit memegang supremasi dunia bak masa lalu.
Sejarah berulang dan bumi bercahaya dalam lindungan sinar-Mu.
Dan umat manusia akan berbahagia dalam cinta, hidayah dan inayah-Mu.
Al Faqiir
Hamdi Akhsan
Oleh
Hamdi Akhsan
I
Kekasih, izinkan hamba bertanya pada sebuah generasi yang kini hadir.
Sanggupkah mereka istiqamah dijalan-Mu untuk jalani taqdir.
Sebarkan hidayah-Mu di bumi bagaikan air mengalir.
Sampai kelak Kehidupan mereka akan berakhir.
Kini bumi-bumi sumber hidayah telah tercemar.
Kekayaan minyak yang luarbiasa menyembur keluar.
Menjadikan negeri mereka makmur dan kaya tak pernah lapar.
Serta membuat kehidupan mereka sekarang tak lagi jadi badui yang liar.
II
Dalam sejarah banyak sudah peristiwa yang terjadi pada umat dahulu.
Peringatan dan musibah sering dianggap sebagai angin lalu.
Hati mereka telah mengeras seperti kerasnya batu.
Dan Azab Ilahi pun akan datang di negeri itu.
Malam?sedikit dari mereka bangun munajad.
Banyak yang sibukkan diri mengumbar syahwat.
Bersenang-senang dengan segala makanan yang lezat.
Sungguh betapa malang para budak syaitan yang terjebak muslihat.
III
Segala bentuk permainan yang menghabiskan waktu telah diciptakan.
Oleh mereka yang menjadi prajurit setia tentara syaitan.
Tak sadar masa muda yang berpotensi terlalaikan.
Dan kelak akan terjadi padanya penyesalan.
Sungguh waktu hidup berlalu bagaikan kilat.
Baru sebentar telah datang jemputan sang malaikat.
Maka datanglah masa yang menjadi pemutus segala nikmat.
Dan kesadaran akan ruginya waktu yang terbuang datang terlambat.
IV
Tuhan telah bersumpah dengan sesuatu yang manusia harus waspada.
Waktu yang berlalu jangan dimanfaatkan untuk hal yang salah.
Isilah ia dengan iman dan aktivitas hidup yang berharga.
Agar bermanfaat maksimal dan tidak tersia-sia.
Pada-Mu kuadukan ketakmampuan diri menyeru.
Agar bangkit memegang supremasi dunia bak masa lalu.
Sejarah berulang dan bumi bercahaya dalam lindungan sinar-Mu.
Dan umat manusia akan berbahagia dalam cinta, hidayah dan inayah-Mu.
Al Faqiir
Hamdi Akhsan
0 komentar:
Posting Komentar