Sabtu, 14 Mei 2011

146-2011. Sejarah Yang Terlupakan

146-2011. Sejarah Yang Terlupakan

                 Oleh
                 Hamdi Akhsan

 Pasukan Muhammad al Fatih Menaklukkan Konstantinopel 29 Mei 1429

I
Tahun-tahun pembuktian kebenaran ucapan suci terwujud sudah.
Pasukan Jihad Muhammad Al Fatih bergelombang bak air bah.
Subuh 29 Mei 1453 M  Konstantinopel jatuhlah sudah.
Dan Pekikan takbir pun menggema dimana-mana.

Sungguh benar kalimat suci Sang Rasul.
800 tahun yang dinanti  terbukti betul.
Panglima perkasa itu kemudian muncul.
Dan bukti  selanjutnya kelak menyusul.*

Adalah Muhammad Al-Fatih Sang Khalifah beriman.
Di usia dua belas tahun ia  telah hafal  seluruh Alquran.
Sejak baligh sholat malam tak pernah sekalipun ia tinggalkan.
Maka dibantu Ilahi sang Khalifah Usmani menjadi pemimpin pilihan.

II
Dan Peristiwa  mengguncangkan dunia abad  pertengahan terjadi.
Tatkala  keperkasaan  Pasukan Mongol  dihancurkan  pertama kali.
Kehancuran Baghdad  habisi  jiwa  800.000 muslim  yang ditangisi.
Dan puluhan wilayah islam  dihancur leburkan dengan seenak hati.

Muncullah Al-Malik Muzhafar Saifuddin Qutuz  Sang Budak beriman.
Bawa pasukan  bertaqwa hadapi  kesombongan Hulagu Khan.
Duapuluh Ribu Pasukan  tahajjud di malam  25 Ramadhan.
Lahirlah pertempuran ain Jalut yang  menggemparkan.

Sebuah peperangan yang sangat menakjubkan.
Tatkala  kejeniusan  bersatu  dengan iman.
Jadilah  kekuatan yang  menggentarkan.
20.000 laskar mongol  dimusnahkan.

Pasukan Panji Hitam Mamluk Penakluk Mongol
III
Sang Pengibar Panji Tauhid di India.
Mahmud Sabaktekin Sang Sultan Ulama.
Penebar Dakwah Islam yang tak kenal lelah.
Dan hancurkan Tuhan Somanat "biang berhala".

Sebuah  kebanggaan  berlandaskan Tauhid dan Iman.
Seratus ribu pasukan berkuda yang hebat ia kembangkan.
Puluhan kekuasaan berlandaskan syirik dan  kufur ia taklukkan.
Jadilah penguasa  Ghazni ini  sebagai  Mujahid yang  dibanggakan.

IV
1336 Masehi lahirlah sang Legenda zaman Turunan Jenghis Khan.
Timur Lenk sejak kecil dikenal sebagai pembaca tekun Alquran.
Tiga puluh lima tahun usia dihabiskan di medan pertempuran.
Dan jutaan kilometer persegi wilayah luas telah ia Islamkan.

Sebuah kekuatan dan keberanian yang mengagumkan.
Wilayah  India yang  luas dan asia  tengah ia satukan.
Di kota  Samarkhand  dinasti  Timurid ia  tegakkan.
Sampai kematian datang  di medan peperangan.
Timur Lenk sang Penakluk

V
Betapa kejayaan masa lalu memiliki kesamaan ciri.
Dalam  berperang Sang  Pemimpin terjun sendiri.
Bukan  pemimpin negeri-negeri muslim zaman ini.
Yang  bersembunyi di  balik istana  seperti banci.

Sejarah telah  membuktikan unggulnya kombinasi.
Keimanan,keberanian,dan kecerdasan sebagai trilogi.
Kekuatan, kekayaan,  dan kejayaan  akan Tuhan beri.
Asalkan  jadi pemimpin muslim  berani. dan berharga diri.

Ya Allah, berilah  negeri-negeri muslim pemimpin yang gagah.
Sanggup mengangkat kepala sebagai umat-Mu yang punya izzah.
Yang jadi pelopor  kebangkitan agama-Mu di seluruh penjuru dunia.
Agar firnah Dajjal dapat terkalahkan dan rahmat-Mu  kembali tercurah.

Al Faqiir


Hamdi Akhsan

*“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan seorang laki-laki. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin yang membebaskannya dan sebaik-baik tentara adalah tentaranya”.
[H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

Selasa, 03 Mei 2011

130-2011. Engkau Yang Telah Pergi

130-2011. Engkau Yang Telah Pergi

                 Oleh
                 Hamdi Akhsan


I
Dalam darahmu mengalir tradisi pencinta surga.
Yang telah perjualbelikan jiwa dan raga.
Berupaya dengan sepenuh tenaga.
Merebut zaman pernah dibangga.

Betapa langka kini para pencinta.
Yang siiap untuk  korbankan harta.
Dan sanggup untukhidup  menderita.
Dalam perjuangan untuk menggapai cita.

II
Dalam zaman tatkala manusia pertuhankan materi.
Bagi negeri para penjelajah,perjuangan menjadi tradisi.
Untuk sebarkan cahaya-Nya  di atas bumi yang Tuhan beri.
Membawa manusia pada budaya dan jalan hidup yang diberkati.

Engkau adalah segelintir pencinta surga yang datang dari gurun sahara.
tinggalkan segenap  kemewahan untuk  berjuang sampai kurbankan jiwa.
Hadapi  kesewenangan  musuh yang  berteriak  lantang  dengan  jumawa.
Dan membuat para pemimpin negerimu  ketakutan dan  kehilangan wibawa.

III
Betapa  ironi yang  sangat  memalukan dan sungguh-sungguh  memuakkan.
Tatkala pada  penguasa negerimu yang  gagah  perkasa engkau sampaikan.
Agar dengan pemimpin negeri penjajah jangan membentuk persekutuan.
Malah engkau yang kemudian dituduh sebagai dalang pemberontakan.

Itulah negeri dengan kekayaan melimpah yang lemah pemimpin.
Terhadap kekuatannya sendiri saja mereka tak pernah yakin.
Padahal dengan pertolongan Ilahi kemenangan mungkin.
Namun  yang  mereka pilih memerangi  para Siddiqin.

IV
Engkau yang sadar  berjuang ke Afghanistan.
Diperangi pasukan musuh sekutu syaitan.
Membela saudaramu  dalam kezaliman.
Sampai jumpai syahidnya kematian.

Semoga perjuangmu tak sia-sia.
Setelah ini lahir para pencinta.
Yang rindukan  transaksi surga.
Sebagai jual beli yang dicita-cita.

V
Biarlah yang benci dengan kesyahidan.
Suatu metode yang  jelas di kitab Tuhan.
Membela negeri yang dihina oleh penjajahan.
Atau bangkit melawan kezaliman dan ketakadilan.

Ada mereka yang ingin hidup bagai  burung bangkai.
Atau  seperti burung  pipit yang  tinggal ambil kejelai.
Atau cukup dengan  indahanya dunia yang membelai.
Sampai  kelak sesal  tiba tatkala  jasad  telah terkulai.

VI
Memang sungguh berat jalan yang engkau pilih
Untuk memegang panji-panji tak kenal letih.
Hadapi kehebatan musuh tanpa jerih.
Dan jalani derita tanpa  merintih.

Pada-Mu wahai pemuka mujahid.
Yang telah kembali  dengan syahid.
Yang berpegang dengan ajaran tauhid.
Dan  menjadi  buah bibir  pencinta mesjid.

VII
Moga darahmu kelak lahirkan ribuan pejuang.
Yang gagah  perkasa laksana burung elang.
Membawa ajaran Ilahi kembali menjulang.
dan dibumi ini cahaya-Nya cemerlang.

Ilahi, izinkan hamba menjadi saksinya menjelang pulang.


Al Faqiir

Hamdi Akhsan.

Senin, 02 Mei 2011

129-2011. Dan Sang Penggentar Itu pun telah pergi

129-2011. Dan Sang Penggentar Itu pun telah pergi

                 Oleh
                 Hamdi akhsan

Osama Bin Laden
I
Engkau tinggalkan segenap kemewahan hidup demi sebuah keyakinan.
Hidup mengembara di gunung-gunung dan gua sebagai pelarian.
Setiap waktu nyawa  senantiasa  berada  dalam ancaman.
Bagai seorang Daud kecil hadapi besarnya kezaliman.

Dalam kepungan kekuatan Iblis yang mendunia.
Ia menjadi mahluk asing dengan keyakinannya.
Teguh  terhadap  pilihan  yang  dipercayainya.
Walau segenap  penderitaan harus dijalaninya.

II
Adalah  keadilan  yang dijadikan  pilihan hidup.
Hebatnya ancaman  tak membuat  jiwa redup.
Baktikan harta dan jiwa pada sang pemilik hidup.
Walau ganasnya senjata musuh pun meletup-letup.

Apapun citra buruk dan fitnah yang  dilancarkan musuh.
Tak membuat ketegaran dan ketabahannya  menjadi runtuh.
Sakit dan kematian dalam peperangan tak membuatnya jadi luruh.
Bagaikan gunung yang dihantam badai dan prahara namun tetap kukuh.

III
Betapa banyak harta yang telah ia kurbankan demi tujuan yang diyakini.
Ribuan orang miskin dan menderita karena peperangan ia santuni.
Ia hadapi segala medan peperangan  dengan gagah berani.
Sungguh  sebuah  perlambang  tatkala umat dizalimi.

Bagi mereka sedang dijajah ia menjadi perlambang.
Tentang hebatnya perlawanan dalam  berperang.
Mampu lepaskan diri dari  kepungan ribuan orang.
Sungguh suatu keberanian yang kini telah jarang.

IV
Betapa banyak berita dusta yang telah disebarkan.
Betapa pula senjata  canggih yang telah dilontarkan.
Demikian pula rakyat kecil tak berdosa telah dikorbankan.
Namun pekik terhadap penjajahan  musuh tetap ia kobarkan.

Kalaulah benar engkau telah syahid sebagaimana  yang diberitakan.
Betapa banyak mereka yang telah mengidolakanmu larut dalam tangisan.
Sedangkan engkau telah pergi  dari dunia ini menghadap kepada Tuhan.
Dan menerima ganjaran sesuai dengan niat dan apa yang diperjuangkan.

V
Usama bin Ladin, sebuah nama getarkan  dinding  istana  para pengecut.
Yang hanya berkoar memberi  perintah membunuh menutupi rasa takut.
Yang  para pemimpin  munafik mendengar namanya saja  menjadi kecut.
Bahkan  mendengar  ancamannya  saja ada  diantaranya terkentut.

Sungguh  banyak pula  yang mencaci  makimu  tanpa alasan.
Mereka benci dengan  apa yang engkau perjuangkan.
Seolah merekalah yang  telah engkau rugikan.
Padahal belum ada yang mereka lakukan.

VI
Kelak akan lahir  usamah-usamah baru.
Yang akan menjadi lawan para seteru.
Yang kuat  bagaikan  badai  menderu.
Dan bergerak  cepat bagaikan  peluru.

Namamu akan dikenang sepanjang zaman.
Harum mewangi bagai bunga-bunga ditaman.
Sumber inspirasi mereka yang  dalam perjuangan.
Mengalahkan musuh yang telah membawa kezaliman.

VII
Berdoa kami pada-Mu wahai Sang  Pemilik kehidupan.
Berilah kami para pemimpin yang membanggakan.
Bertanggungjawab dengan yang diamanahkan.
Dan bawa rakyat  negeri ini ke kesejahteraan.

Pada-Mu wahai Tuhan,kami sampaikan harap.
Berilah kami keberanian dalam tentukan sikap.
Agar  kelak  sanggup  kala harus  menghadap.
Di hari ketika nasib tiap hamba  menjadi tetap.

Ilahi, kasihi hamba menjelang sirap.

Al Faqiir

Hamdi Akhsan

Senin, 31 Januari 2011

37-2011. Pahlawan Dari Sumatera Selatan.

37-2011. Pahlawan Dari Sumatera Selatan.

               Oleh
               Hamdi Akhsan.

SMB II

Pengantar.
Sedikitnya informasi tentang para pahlawan dari Sumatera Selatan membuat hampir seluruh masyarakat tidak mengetahui keberadaan mereka. Syair ini dibuat dalam urutan tahun keberadaan mereka, semoga bermakna untuk menambah wawasan anak-anak kita terhadap Pahlawan dari daerahnya sendiri. Amien!

I
Inilah syair tentang  Pahlawan,
Gagah perkasa serta melawan,
tak takut pada hebatnya lawan,
tak gentar walau sudah ditawan.

Syair pahlawan bukanlah puja,
menjadi kabar untuk remaja,
kalau tak bagus lupakan saja,
buatlah untuk pembersih meja.

Madah pahlawan isinya singkat,
supaya di hati mudahlah lekat,
Mendoakannya pastilah berkat,
hormati mereka tinggikan harkat.
Raden Fattah
II
Raden Fatah nama pertama,
Candi Ing Laras tempat lahirnya,
Satu Ilir nama kawasannya,
Ario Dillah bapak tirinya.

Brawijaya lima darah mengalir ,
Raja  Majapahit yang terakhir,
ke palembang ibunya menyingkir,
di kota ini Raden Fatah lahir.

Setelah majapahit hancur,
Islampun jadi kuat termahsyur,
Kerajaan Demak lantas meluncur,
Raden Fatahlah jadi pelopor.

III
Palembang lahirkan ulama mumpuni,
Namanya Abdus Samad al-Palimbani.
Kitabnya dipakai sampai hari ini,
Wafatnya di Arab atau Pattani.

karya terakhir dan paling masyhur,
Sair as-Salikin yang ia tutur,
Bahasanya indah lagi teratur,
 baik dan buruk jelas terukur.

Sayang disayang orang tak tahu,
Al Ma'tsurat pun darinya Ilmu,
dibuat wirid setiap waktu,
baik sekarang ataupun dulu.

IV
Pahlawan ketiga sangatlah tenar,
Sultan Mahmud Badaruddin II gagah bersinar,
Inggris tak berani Belanda dikejar,
di Sungai Aur kompeni dihajar.
 Perang Menteng menjadi saksi,
banyak pejuang yang rela mati,
meninggal syahid karena Ilahi,
Lawan Belanda supaya pergi.

Walaupun berjuang sekuat tenaga,
Tiga hari tiga malam beliau berlaga,
akhirnya ditangkap dibuang juga,
Di Ternate tempat ditanam raga.

V
Abdul Hamid bin Mahmud namanya awal,
Ki Marogan selanjutnya ia dikenal,
Berdakwah dan dagang menjadi bekal,
Sangat ditakuti mereka yang nakal.

Ia berdakwah kemana-mana,
Karomahnya banyak bikin terpana,
Mesjid dibuat sebar agama,
Lawang kidul setelah yang pertama.

Dakwahnya idah memikat hati,
ke lawang kidul setiap hari,
zikir di perahu amalannya dari,
pancarkan dakwah ke seluruh negeri.
Dr. AK. Gani
VI
Adapula Dr. AK. Gani,
Pahlawan Rakyat gagah berani,
Melawan jepang serta kumpeni,
Sumpah Pemuda ia lakoni.

Proklamasi di Palembang ia proklamirkan,
Berbakti pada negara ia jalankan,
obati yang sakit ia ikhlaskan,
Namanya disebut tuk dikenangkan.

Kalauah ingin tahu juangnya,
pergilah sendiri ke musiumnya,
Jalan Mangku Negara alamatnya,
Sukamaju Sako itu Wilayahnya.

VII
Ada pulayang lain lagi,
Residen A Rozak pejuang sejati,
berjuang hebat saat agresi,
walau menderita ikhlaskan hati.

BR Motik juga terkenal,
pejuang ekonomi ia berasal,
Perwabi jasanya sebagai misal,
juangkan pribumi ia tak ia sesal.

Itulah pahlawan yang kita punya,
orangpun tentu banyak bertanya,
Kapten A Rivai tak disebutkannya,
Isa Anshari pun tak dimunculkannya.

VIII
Pahlawan lain sangatlah banyak,
tapi namanya tak dii khalayak,
karena tak tahu tempat berpijak,
atau tiada yang bikin sajak.

Mari sahabat kita sadari,
jadilah Pahlawan daerah sendiri,
yang baik dukung jangan cakari,
supaya bagus seluruh negeri.

Diakhir syair kumohon maaf,
kalaulah lupa ataupun khilaf,
kepada Allah hamba berharap,
diberi ampun kelak menghadap.

Inderlaya, 31/1/2011
al Faqiir

Hamdi Akhsan

Minggu, 23 Januari 2011

47-2010. SYAIR PAHLAWAN

47-2010. SYAIR PAHLAWAN

       Oleh
       Hamdi Akhsan.

Pahlawan, Kepada siapa lagi kami mengadu?

PENGANTAR
Syair ini membahas tentang pahlawan di berbagai profesi,berbagai sudut pandang, dan berbagai sisi dari kepahlawanan itu sendiri. Bagi yang kurang berkenan saya mohon maaf!

I
Syair ditulis hamba yang fakir,
hasil renungan dalam berfikir,
dari sejarah yang telah diukir,
berhambur darah bertakir-takir.

Syair berkisah tentang pahlawan,
orang yang hebat juga melawan,
berjenis puan maupun tuan,
yang telah berpulang ke atas awan.

Pahlawan itu banyak jenisnya,
banyak pula bidang-bidangnya,
ada pula kepentingannya,
tergantung siapa menginginkannya.

II
Pahlawan perang tewas terbunuh,
gagah berani melawan musuh,
atau dibuang ketempat jauh,
atau dikurung penjara kukuh.

Namanya harum semerbak wangi,
ditulis orang disana-sini,
tuk nama jalan juga mumpuni,
didinding fotonya berwarna-warni.

Sibuklah anak hafal namanya,
demikian juga daerah asalnya,
siapa pula yang diperanginya,
serta ditulis keberaniannya.

III
Ada pula pahlawan kecil,
seperti guru daerah terpencil,
tinggal ditempat jauh terkucil,
ditambah pula gaji yang kecil.

Jasanya tidak terlihat mata,
tak banyak pula orang berkata,
tiada pula jadi berita,
sampai ia pun menutup mata.

Inilah jenis pahlawan guru,
patutu digugu patut ditiru,
dizaman lama atau baharu,
bila teringat bikin terharu.

IV
Ada pula pahlawan tani,
ditengah sawah berhari-hari,
keringat mengalir berkati-kati,
untuk tanam dan pelihara padi.

Mereka pahlawan bagi keluarga,
rezeki yang halal selalu dijaga,
sehat dan lapang jiwa dan raga,
setiap saat hatinya lega.

Mereka tak perlu berpura-pura,
bersih dan baik membangun citra,
padahal bobroknya tiada terkira,
negeri diurus semakin parah.

V
Dikenal pula pahlawan lingkungan,
berjuang atasi banyak kerusakan,
baik di laut atau daratan,
di tempat ramai atau di hutan.

Kerja mereka dapat cemooh,
bahkan dicerca tidak senonoh,
orangpun kadang menganggap bodoh,
dan enggan pula orang mencontoh.

Hutan yang gundul mereka hijaukan,
air yang keruh mereka jernihkan,
pantai yang tandus mereka hijaukan,
bukit yang longsor mereka baikkan.

VI
Ada juga pahlawan cinta,
sudah terkenal dalam cerita,
siap selalu bila dipinta,
walaupun kadang membabi buta.

Pahlawan cinta banyak jenisnya,
ada yang tulus perbuatannya,
ada pula yang lihat upahnya,
dan ada pula yang banyak maunya.

Pahlawan cinta yang paling mulia,
menjaga kekasih dengan tulusnya,
tiada berfikir apa upahnya,
yang penting bahagia yang dicintainya.

VII
Jangan jadi pahlawan kesiangan,
datang terlambat setelah peperangan,
menepuk dada penentu kemenangan,
padahal yang dikejar cuma kesenangan.

Jenis yang ini sekarang banyak,
berteriak-teriak ditengah khalayak,
kerja siapapun tiada yang layak,
dirinya sendiri sempurna kayak.

Ketika sudah diberi jatah,
dari miskin jadi berharta,
dari lantang jadi kehilangan kata,
terhadap keboborokan matanya buta.

VIII
Dikampung juga ada pahlawan,
disegani oleh kawan dan lawan,
dirindukan gadis cantik rupawan,
ingin diambil mantu oleh hartawan.

Pahlawan kampung jenisnya dua,
ada yang santun juga jumawa,
yang santun akan penuh wibawa,
yang jumawa disebut preman namanya.

Kalaulah preman jadi pahlawan,
setiap keributan ada di depan,
tak pernah mundur kalau tawuran
suaranya lantang dalam serangan.

IX
Ada pula yang ngaku pahlawan,
membawa bukti dan bahan-bahan,
biar termasuk golongan veteran,
dapat pensiun cukup lumayan.

Pahlawan itu ada dihati,
yang paling tahu pasti Ilahi,
siapa yang memang pahlawan sejati,
dan siapa pula yang mensiasati.

Kalau pahlawan hanyalah pangkat,
tergantung pada siapa berhajat,
siapa yang kuasa bisa mengangkat,
siapa yang ingin dberi derajat.

X
Berbeda dengan pahlawan agama,
diatas kuburnya tiada nama,
ribuan tahun harum kuburnya,
jasadnya tiada dimakan tanah.

Mereka disebut para mujahid,
tiada mengeluh luka dan sakit,
kelak ketika hari berbangkit,
dibarisan mereka hanya sedikit.

Mereka berjuang karena Allah,
korban harta dan keluarga rela,
ketika bangkit ditiup sangkakala,
mereka diganjar jannatul ma'wa.

XI
Besok adalah hari pahlawan,
daku berseru padamu kawan,
apakah kita sudah tertawan,
indahnya dunia sangat menawan.

Perang terbesar didalam diri,
halal dan haram yang disadari,
peluang syaitan jangan diberi,
dengarkan malaikat kitapun mari.

Seharum apa jasa manusia,
disisi Allah balasan jasa,
apakah ia orang biasa,
atau dianggap orang berjasa.

XII
PENUTUP
Marilah kita tadahkan tangan,
doakan mereka di kedalaman,
kubur dan tanah menjadi taman,
supaya mereka dapat ampunan.

Yang baik mari diteladani,
yang buruk mari kita jauhi,
mari bersatu membangun negeri,
supaya kita kan disegani.

Terhadap mereka yang belum sadar,
kepada Allah kita bersandar,
Kembalikan mereka jalan yang benar,
hidup yang baru bagaikan fajar.

Inderalaya, 2010
Bukan Pahlawan


Hamdi Akhsan

Pahlawan tua