Sabtu, 11 Agustus 2012

47-2012. Wahai Dunia

47-2012.    Wahai Dunia

                  Oleh
                  Hamdi Akhsan


I
Kekasih,
Daku tak tahu mengapa indahnya mentari tak lagi menyentuh relung hati.
Daku tak tahu mengapa keindahan jiwa ini layu bak  layunya bunga melati.
Daku juga tak tahu mengapa kepekaan dalam  jiwa ini bagaikan telah mati.
Dan mengapa curahan kata  penyejuk jiwa  dari relung  terdalam berhenti.

Kini masa kemarau panjang telah berlalu dan musim hujan pun telah tiba.
Tapi kemana  kemarau jiwa ini akan  kusampaikan  dengan menghiba.
Keindahan dan  ketajaman datang dan pergi bak zaman ghuroba*.
Sungguh terhadap semua keadaan ini ingin menangis hamba.

II
Ingin aku pergi bak elang  gurun di kesunyian  tebing karang.
Akrab dengan bintang-bintang di angkasa luas yang menerawang.
Berjalan jauh bak sang musafir yang tak pernah rindukan jalan pulang.
Bagai seekor burung  pengembara yang pergi  kemana ia ingin terbang.

Kurindukan hidup  yang fahami hakekat dibalik realitas ciptaan perasaan.
Jauh dari keterombang-ambingan  rasa inginkan  mulianya kejayaan.
Tiada terjebak  pemainan ciptaan yang haru birukan perasaan.
Karena semua tidak bermakna bagi kebaikan masa depan.

III
Betapa banyak jiwa yang tertipu oleh permainan palsu.
Pabila menang bertabur puji dan dianggap pahlawan tentu.
Bila kalah tak sesuai keinginan akan dapat serapah dan gerutu.
Betapa tipisnya garis dalam penilaian manusia bila telah seperti itu.

Ingat tatkala rambut putih mulai tumbuh di kepala seorang hamba.
Pertanda hari-hari hidup yang dijalani  mulai masuk masa senja.
Diikuti oleh rontoknya gigi dan rabunnya pandangan mata.
Pertanda masa datangnya kematian hampir pula tiba.

IV
Apalah lagi yang akan dibanggakan seorang insan?
Kala tubuh dingin telah terbukur kaku diikat kain kafan.
Bersiap hadapkan diri pada Ilahi untuk pertanggungjawaban.
Terdiam sendiri dikubur nan sunyi sampai datangnya akhir zaman.

Begitu banyak manusia tertipu dalam panggung kehidupan semu.
Mengejar  kekuasaan dan harta serta  melupakan Ilahi Yang Satu.
Sampai sesal  terlambat dan jasad yang  mendingin terbujur kaku.
Sepanjang masa tinggallah dia dalam sesal serta tangisan nan pilu.

Al Faqiir


Hamdi Akhsan

Sabtu, 04 Agustus 2012

43-2012. Syair Mudik

43-2012. Syair Mudik

               Oleh
               Hamdi Akhsan


I
Inilah syair tentang mudik,
untuk semua kakak dan adik,
yang tak sekolah dan yang terdidik,
orang terpandang dan orang udik.

Haha, jelang lebaran selalu terjadi,
semakin lama semakin jadi,
tak jera kena berulang kali,
walaupun banyak yang sampai mati.

Sekarang sudah jelang lebaran,
orang pun sudah tidak sabaran,
karcis pun sudah ludes dipesan,
sudah disewa pula kendaraan.

II
Hadow, lihatlah itu di kereta api,
nenek-nenek pun setengah mati,
terjepit badan disana-sini,
sendal putus pun tidak peduli.

Pesta pula si tukang copet,
mendekat-dekat lantas memepet,
satu beraksi satu menggencet,
tuhhh, melayang semua isi dompet.

Kampretttt, apa kalian tidak puasa,
cuma mencopet kalian bisa,
peras keringat sampai berbusa,
sungguh kalian tak takut dosa.

III
Belumlah lagi nanti di jalan,
pastilah lapar dan kehausan,
tidak puasa pun dibiasakan,
demi berkumpul handai taulan.

Haha, memang asyik mudik lebaran,
ada yang ingin bikin pameran,
di pasang semua tu perhiasan,
seperti toko emas berjalan.

Belumlah lagi mereka yang sukses,
lembaran rupiah dihambur beres,
isi kantongnya semua ludes,
pulang kembali sungguh ngenes!

IV
Kasihan sungguh negeri tercinta,
menjadi kabur hikmah puasa,
akhir ramadhan berubah makna,
ajang hamburkan uang dan harta.

Kue di rumah bertumpuk-tumpuk,
hiasan di pasang berbagai bentuk,
diganti baru cat yang lapuk,
petasan berdentam hiruk-pikuk.

Belumlah lagi dengar berita,
para pemudik yang menderita,
kabar kecelakaan jadi biasa,
rencana gembira jadi derita.

V
Mari sahabat kita renungkan,
mudik janganlah dibiasakan,
uang yang ada mari hematkan,
untuk dipakai tuk kepentingan.

Sekali-kali tentulah boleh,
sebagai wujud si anak sholeh,
bawalah ke kampung oleh-oleh,
tapi tetaplah tampil semeleh.

Kalau memberi pilih-pilihlah,
yang tidak butuh mari dipilah.
yang memang butuh utamakanlah,
niat dijaga janganlah salah.

V
syairku ini sampai disini,
jangan tersinggung dina dan dini,
hanya ingatkan titah ilahi,
agar ramadhan jadi berarti.

Latihan sebulan agar membekas,
sederhanalah dan mudah puas,
diberi nikmat bersyukur lekas,
terhadap harta berlaku pantas.

Semoga syair ini berguna,
sebagai dakwah dalam agama,
terjauh dari beratnya dosa,
menjadi amal serta pahala.

Al Faqiir

Hamdi Akhsan

Rabu, 01 Agustus 2012

40-2012. Kepada Para Pendusta (2)

40-2012. Kepada Para Pendusta (2)

               Oleh
               Hamdi Akhsan


I
Hari ini, kau datang pada putra putri kami membawa tuba kehidupan yang berwujud madu.
Atas nama industri kau  relokasi  pabrik yang pancarkan  sesaknya asap dan debu.
Seolah, tanpa bahan kimia dan polusi negeri kami  bukan negeri yang maju.
Sebagaimana kebanggaan  tradisi nenek moyang kami zaman dahulu.

Kerbau, yang membawa kotoran penyubur sawah telah terpinggirkan.
Atas nama moderenitas, engkau datangkan traktor dalam bidang pertanian.
Bahan bakar yang boros serta polusi pupuk kimiawi di persawahan engkau berikan.
Dan trilyunan uang para petani negeri kami yang hidup dalam kemiskinan engkau dapatkan.

II
Belum lagi berbagai bahan plastik yang  mengandung racun berbahaya  engkau populerkan.
Menggantikan daun-daun yang banyak di negeri kami untuk pembungkus makanan.
Rimba beton yang  panas dikerubuti  kotak-kotak AC pun engkau budayakan.
Menggantikan rimbunnya pemohonan negeri katulistiwa karunia Tuhan.

Di negeri kami, bangsa ini begitu berprasangka baik kepada musuhnya.
Bak kagumnya anak ayam pada sang elang berhati busuk akan memangsanya.
Tak sadar ia hanya jadi objek yang diperas segenap kekayaan sumber daya alamnya.
Sedang bangsa yang begitu besar hanya menjadi pembeli dan buruh dari musuh-musuhnya.

III
Di hari ini, Mayoritas penduduk  negeriku berkiblat  padamu karena  hilang rasa percaya diri.
Tak sadar sesungguhnya mereka itu Singa yang dibesarkan dengan keyakinan sapi.
Taring mereka yang tajam dan kuat tak pernah dilatih berburu sebagai tradisi.
Sampai mati mereka tetap sebagai hewan padang rumput yang diikat tali.

Disana, engkau berdiri congkak dan puas melihat bangsaku menjadi buruh.
Kalian dengan segenap strategi yang halus membuat kami tetap memeras peluh.
Tak sadar menganggapmu sebagai pahlawan pemberi gaji, bukannya sebagai musuh.
Sungguh kasihan sekali nasib sebuah negeri apabila kebanggan dan harga diri telah runtuh.

IV
Engkau panggil putra-putri terbaik negeri kami untuk dicuci otaknya dengan cara berfikirmu.
Sehingga bila mereka sampaikan  kebaikan dan  kebenaran akan dianggap musuhmu.
Disana engkau tersenyum melihat agen-agen yang dibayar gratis lakukan misimu.
Dan segenap hasil kekayaan alam negeri ini masuk ke dalam pundi-pundimu.

Atas nama globalisasi, jutaan hektar lahan di negeri ini  telah engkau kuasai.
Nasib ratusan juta masyarakat kami yang jadi buruhmu terhina engkau tak peduli.
Yang penting kebutuhan makanan dan keperluan  hidup sehari-hari mereka tercukupi.
Sedang produk yang engkau buat dengan harga yang telah berlipat ganda harus kami beli.

Sungguh, kebusukanmu sebagai penjajah tak pernah berhenti.


Al Faqiir


Hamdi Akhsan

Senin, 11 Juni 2012

014-2012. Syair Tentang Fesbuker (3)

014-2012. Syair Tentang Fesbuker (3)
                  
                   Oleh
                   Hamdi Akhsan


I
Syair fesbuker terus berlanjut,
Pembaca jangan jadi terkejut,
Atau lantas malah  menuntut,
Membuat saya menjadi takut.

Semua Cuma untuk guyonan,
Jangan dibuat jadi sungguhan,
Apatah lagi dipermasalahkan,
Membuat retak pertemanan.

Janganlah pula jadi merajuk,
Atau umpat ungkapan busuk,
Menyebut kaki empat si makhluk,
Hingga hubungan menjadi buruk.

II
H aha, semakin lama semakin jadi,
Bikin status baru siang dan pagi,
Komen ditunggu jempol dinanti,
Sampai  hangus di kompor nasi.

Belumlah lagi bunyi statusnya,
Segala urusan pun ditulisnya,
Sampai urusan anjing kucingnya,
Begitu pula cabe garamnya.

Kadang ditulis ungkapan kesal,
Atau ungkapan yang agak nakal,
Tak tahu ia ternyata dangkal,
Yang baca!terpingkal-pingkal.

III
Belumlah lagi foto-fotonya,
Menjulur-julur itu lidahnya,
Melotot pula biji matanya,
Hawhaw, itu baguuss katanya.

Tak tahu ia tanggapan orang,
Mencibir teman saat memandang,
Rapi saja pun jelek terkadang,
Apatah lagi foto sembarang.

Wadoww, ada pula foto terbalik,
Sakit leher saat menilik,
Tega banget tuh si pemilik,
Membuat mata teman mendelik.

IV
Ada status selalu agamis,
Fotonya rapi rambut kelimis,
Di atur-atur ia punya kumis,
Berharap dapat itu si manis.

Haha, kasian juga waktu tepergok,
Saat melihat video seronok,
Rencana semula menjaga sosok,
Ternyata terbaca orang besok.

Sibuklah dia memberitahu,
Fesbuknya di hack oleh seteru,
Atau seperti munculnya hantu.
Ya iya,biasalah bela diri begitu.

V
Ada yang pasang foto yang palsu,
Beragam tujuan sudahlah tentu,
Ada yang dipakai untuk menipu,
Ada yang ingin suasana baru.

Kadang fotonya begitu cantik,
Licin seperti keramik antik,
Waktu bertemu jadi mendelik,
Rupanya...penuh jerawat dan bintik-bintik.

Ada pula foto yang seksi,
Cantik rupawan seperti peri,
Ternyata lain ia punya visi,
Memang dipakai untuk transaksi.

VI
Wadoww, belum lagi yang jualan,
Penuhlah gambar si punya laman,
Segala diskon jadi andalan,
Tapi awas!ada yang nggak beneran.

Tatkala barang sudah dibayar,
 Dikira murah barang yang mahal,
Ternyata penjual jenis yang nakal,
Ditunggu seabad tak datang bakal.

Haha, kacian deh lu,
Mau cerita membuat malu,
Tak enak kalau orang tahu,
Dirinya sudah kena ditipu.

VII
Ada yang pakai cari pasangan,
 Status dibuat bak kesepian,
Cari simpati di pertemanan,
Agar tercapai itu tujuan.
Ada mereka yang beruntung,
Merasa cocok bertemu langsung,
Janji dibuat akad di usung,
Sampai tua jodoh bersambung.

Tapi cilaka yang kena tipu,
Pemain lama seperti baru,
Jomblo tentunya ia mengaku,
Ternyata...haha ternyata memang tak laku.

VIII
Ada yang selalu bikin komentar,
Penuh semangat maju tak gentar,
Dibaca teliti pening berputar,
nggak jelas maunya kalimat digelar.

Status dibuat asal-asalan,
Dikira tak lekat dalam ingatan,
Tak tahu kelak jadi sesalan,
Rencana iseng  jadi beneran.

Ada pula yang marah-marah,
Tak jelas maunya kayak penjarah,
Muka yang baca menjadi merah,
Wadoww, yang gini memang parah.

IX
Melihat teman kadang prihatin,
Terkuras ia lahir dan batin,
Main pokernya dari kemarin,
kesehatannya gak difikirin.

Kasihan sungguh lihat dirinya,
Merasa kaya ia tentunya,
Karena bermilyar jumlah chipnya,
Ternyata semu itu maknanya.

Begitu pula game yang banyak,
Jangan terlena awasi anak,
Nanti menyesal nafaspun sesak,
Nilai ujian hancurnya telak.

X
Wahai teman wahai sahabat,
Tunjukkan yang baik untuk dilihat,
Jangan membuat tipu muslihat,
Pasti berbalas laku yang jahat.

Jadikan fesbuk ‘tuk persahabatan,
Bertambah relasi ‘tuk kebaikan,
Silaturahmi kita tingkatkan,
Yang jauh mari kita dekatkan.

Kalau yang baik kita kembangkan,
Pasti manfaat ‘kan didapatkan,
Terjauh dari kemaksiatan,
dapat pahala disisi Tuhan.


Al  Faqiir


Hamdi Akhsan 

Minggu, 10 Juni 2012

013-2012. Syair Sepakbola (2)

013-2012. Syair Sepakbola (2)

                     Oleh
                     Hamdi Akhsan


I
Inilah  syair  tentang  bola,
yang bikin orang tergila-gila,
bahkan sering menjadi bala,
hampir mati  orang pun rela.

Menjadi sihir dalam kepala,
tatkala bola terobos jala,
bersorak senang para pembela,
sampai teriak depan jendela.

Para supporter begitu megah,
pemain berjuang begitu gagah,
sepanjang waktu tak pernah lelah,
supaya jangan menjadi kalah.

II
Weleh..wele, ini ada apa gerangan,
menjadi sihir itu lapangan,
begadang rela 'tuk kesiangan,
kerja besoknya pun berantakan.

Belumlah lagi habis makanan,
teman begadang 'tuk kesenangan,
apatah lagi yang bertaruhan,
bisa terkuras itu simpanan.

Terkadang selisih sesama teman,
besoknya jadi tak berteguran,
tak lagi berangkat seperjalanan,
karena berbeda grup dukungan.

III
Hemm, ada pula yang aneh-aneh,
agama bola sungguh nyeleneh,
mendengar itu kita terkekeh.
di argentina bukanlah remeh.

Apa pula maksudnya ini,
jadi tersihir manusia bumi,
tak lagi jadi mainan seni,
tapi habiskan malam dan pagi.

Biaya keluar begitu mahal,
para pemain laku dijual,
yang bagus- bagus diincar bakal,
jadi dagangan yang komersial.

IV
Boleh saja senangi bola,
tapi tidaklah ada pahala,
tahajjud jangan tinggalkan pula,
usahakanlah di sela-sela.

Demi bola rela begadang,
badan sakit kadang tak sayang,
tetapi bila untuk sembahyang,
pasti menunggu iklan ditayang.

Haha, mungkin banyak yang tidak suka,
syair membuat egonya luka,
tapi terserah pada mereka,
moga tak lalai api neraka.

Setelah mati kelak ditanya,
waktu dipakai oleh hamba-Nya,
apakah untuk iman pada-Nya,
atau dilalai semasa hidupnya.


Al Faqiir

Hamdi Akhsan

Rabu, 06 Juni 2012

009-2012. Negeri Yang Aneh

009-2012.  Negeri Yang Aneh

                  Oleh
                  Hamdi Akhsan


I
Syairku tentang negeri tercinta,
yang kini sedang dilanda murka,
dimana rakyat merasa terluka,
karena tulinya sang penguasa.

Kasihan mereka kaum duafa,
yang hidupnya penuh derita,
hari-harinya harus puasa,
menahan lapar serta dahaga.

Namun terbalik apa dilihat,
pejabat naik mobil mengkilat,
protes dianggap laku yang jahat,
bukan sebagai curah pendapat.

II
Sekarang  BBM sulit dicari,
di SPBU banyak yang antri,
jual eceran orang tak ngeri,
sungguh lucu ini negeri.

Berbuat jahat sudah biasa,
berterus terang berbuat dosa,
bahkan banyak yang mati rasa,
tak peduli orang binasa.

Sekarang zaman serba maksiat,
sudah tak beda baik dan jahat,
yang penting tampil keren mengkilat,
segala jalan pasti dibuat.

III
Ada orang yang teriak-teriak,
suarakan yang benar sampai serak,
tapi dituduh dah sinting otak,
pasti yang dengar sudahlah pekak.

Ada pula yang dulu miskin,
pada yang benar selalu yakin,
setelah berkuasa jadi nyebelin,
emangnya rakyat dia pikirin.

Rakyat biasa menjadi marah,
ekonominya semakin parah,
awas nanti jadi penjarah,
setelah barang tak lagi murah.

IV
Ho ho, hati-hati para pejabat,
balasan pasti akan didapat,
terutama mereka yang bejat,
akan mendapat balasan jahat.

Jangan sedih yang terzalimi,
susah dan senang akan berganti,
penguasa zalim kan diakhiri,
pastilah kelak kan diadili.

Doa si kecil pasti didengar,
karena kitab menjadi dasar,
mereka yang salah akan disasar,
mereka yang benar tetap kan tegar.

V
Sadarlah mereka yang sedang lupa,
karena makhluk pasti binasa,
akan diadili segala dosa.
abadi di neraka sepanjang masa.

Ingatlah di kubur kelak sendiri,
Ganjaran berat kan Tuhan beri,
dipukul dipalu menjerit ngeri,
sungguh berat siksa abadi.

Mari bertaubat sebelum mati,
agar diampun Ilahi Robbi,
menjadi hamba yang diberkati,
bahagia hidup bahagia mati.

Al Faqiir


Hamdi akhsan

Minggu, 22 April 2012

006-2012. SYAIR UJIAN NASIONAL

006-2012. SYAIR UJIAN NASIONAL

                 Oleh
                 Hamdi Akhsan


I 

Inilah masa ujian SMA
Bahasa Indonesia hari pertama
macam soalnya berjumlah lima
berdekat anak soal tak sama.

Melihat siswa dahi berkerut
ada yang permisi sakit perut
atawa hanya sekedar kentut
atau tenangkan hati yang takut.


Ujian nasional hari ke dua
Bahasa inggris mata ujinya
dua jam waktu fikirnya
bertawakkal pada akhirnya.

II
Haha,ada pula yang lucu-lucu
nggak nyambung sudahlah tentu
listening sudah nomor satu
siswanya masih diam tergugu.

Belumlah lagi elektroniknya
ngadap pula bunyi kasetnya
makin tak jelas bahasa inggrisnya
sembarang isi siswa jadinya


Hari ke tiga matematika
bikin mengkerut si raut muka
kalau dapat tentulah suka
kalau tak bisa membuat duka.

III
Haha, matematika membuat takut
kening siswa semua mengkerut
ada pula sampai semaput
atau tak sadar sampai terkentut

Ada pula siswa yang bilang
sulitnya soal bukan kepalang
rasa mengkerut semua tulang
semangat berfikir menjadi hilang.


Hari ke empat hari terakhir
mulai letih otak berfikir
lelahlah pula batin dan lahir
siapkan terima pahit dan getir

IV
Ujian pertama sosiologi
selanjutnya adalah geografi
bicara tentang struktur negeri
serta masyarakat ciptaan Ilahi.

Begitu pula jurusan IPA
ujian biologi dan kimia
berisi rumus aduh rumitnya
bikin pusing kepala siswanya

Ujian terakhir kan dijalani
semoga mendapat rahmat Ilahi
cita-citanya kan dikabuli
lancar usaha lancar rezeki.


Al Faqiir


Hamdi Akhsan

Sabtu, 30 Juli 2011

271-2011. Syair Negeri Dongeng

271-2011. Syair Negeri Dongeng

                 Oleh
                 Hamdi Akhsan


I
Alkisah,
Di sebuah negeri rakyatnya gempar,
saat mendengar berita besar,
korupsi jamaah bermilyar-milyar,
sedang rakyatnya miskin terkapar.

Awalnya cuma berupa kabar,
tetapi kini makin melebar,
gara-garanya itu si nasar,
semua rahasia jadi keluar.

Eh, mengapa pula mulutmu besar,
semuanya kini jadi terbongkar,
membuat banyak orang terkapar,
mendesis-desis seperti ular.

II
Haha, Sungguh cerdik itu penebar,
sekarang enak-enak diluar,
sambil senyumnya terkembang lebar,
setelah rahasia semua diumbar.

Belumlah lagi melihat gambar,
itu si poltak sedang sesumbar,
saling salahkan saling melempar,
merasa dirinya paling benar.

Haha, cobalah sama-sama bersabar,
pasti masalah besar kan kelar,
tak perlu umpatan saling dilontar,
bukankah kalian seperti kembar.

III
Lain pula si mulut besar,
terkena urusan dalam seluar,
persisnya urusan air terpancar,
buktinya anaknya sudah besar.

Istri tuanya sudah tak sabar,
dampingi dia disaat sukar,
setelah kaya ia dilempar,
mana sudi aku...bang togar!

Haha, kumpul kebo katanya benar,
tak malu ia waktu disiar,
karena terjadi di negara luar,
ia katakan hukum tak langgar.

IV
Nah lu, awas nanti kena tampar,
anakmu pun sudah marah besar,
badannya tinggi ototnya kekar,
sekali tinju engkau terlempar.

Pandai pula lidah kau putar,
mengecap pula mulutmu besar,
ludahmu sampai muncrat keluar.
mata melotot bak orang liar.

Hati-hatilah engkau bang togar,
mulutmu bisa seperti ular,
keseringan nanti salah sasar,
bisa-bisa kamu terkapar.

Yang tertawa lebar

Hamdi Akhsan

Selasa, 19 Juli 2011

261-2011. Oh Bung Nazaruddin Lagi!

261-2011. Oh Bung Nazaruddin Lagi!

                 Oleh
                 Hamdi Akhsan


I
Terkuak kisah Bung Nazaruddin,
Di Negeri Sultan Mahmud Badaruddin.
Proyek Komisi DPR-nya Profesor Mahyuddin.
Gubernur tempat Sea Games-nya Alex Noerdin.

Bung  Nazaruddin! tadi  saya sungguh terkejut.
Mendengar banyak  hal  yang  tak  patut.
Tersebar  busuk seperti  bau kentut.
Sungguh banyak yang jadi reput.

II
Mengapa kini  engkau  mendongkol.
Padahal dulunya teman sekongkol.
Berebut  jasa  supaya  menonjol.
Sekarang menebar bau jengkol.

Inilah politik  yang  sebenarnya.
Menjadi  musuh dulu temannya.
Saling  membuka  semua  aibnya.
tentu, cari  selamat semua jadinya.

III
Bung Nazar!Hati-hatil anda sekarang.
Banyak  membuka kartunya orang.
Bukanlah pula orang  sembarang.
Bisa-bisa nantinya kena parang.

Bicara  pula  bisnisnya  Anas.
Pasti hatinya menjadi panas.
Semakin  lama semakin luas.
Awas, emosinya makin buas.

IV
Ka Pe Ka pula engkau salahkan.
Mengatur siapa yang  disalahkan.
Membuat skenario jadi berantakan.
Tentu kian banyak yang dipusingkan.

Ada pula  sebagian orang  yang sinis.
Karena tida k merata  kuenya diiris.
Yang  jadi   tumbal   kuenya  tipis.
Maka biarlah  sama-sama nangis.

V
Kasihan  rakyat  jadi penonton.
Bertengkar  hebat  orang  keraton.
Uang yang diambil sudah berton-ton.
Sungguh  betapa ironis  jadinya lakon.

Ya Sudahlah,bertemu saja di belakang.
Berhentilah  anda jadi  pembangkang.
Karena nanti semua  kan tumbang.
Karena melanggar  apa dilarang.

VI
Di tanah Sumatera ada pepatah.
Ikan yangbusuk mulai dari kepala.
Rumah yang bocor atapnya basah.
Dan  rakyat  kecillah yang sengsara.

Kepada  Tuhanlah  kami  mengadu.
Karena hukumnya sudah  tak tentu.
Yakinlah  pasti  Allah  Maha Tahu.
Kelak akan diadili di akhir waktu.

Al Faqiir

Hamdi Akhsan

Selasa, 12 Juli 2011

245-2011. Syair Durian

245-2011. Syair Durian
           Oleh
           Hamdi Akhsan
        
I
Inilah syair tentang durian,
buah yang paling enak dimakan.
berhati-hati yang penyakitan,
bisa berabe jadi urusan.

Haha... durian itu manis sekali,
dimakan satu ditambah lagi,
dibelah-belah ruas terbagi,
bagi yang pantang sungguh merugi.

Durian itu rajanya buah,
yang paling manis buah tembaga,
warnanya kuning dipandang mata,
isinya membuat menelan ludah.
 
II
Haha... berhati-hati bagi yang lanjut,
bisa dihantam stroke yang akut,
membuat keluarga jadi kalang-kabut,
tak bisa sembuh dengan diurut.

Kata dokter kolestrol tinggi,
habis dimakan naiklah tensi,
kesemutan jadinya tangan dan kaki,
keringat mengucur berbaki-baki.

Alamak, bahaya juga buah durian,
ada yang sampai ke kematian,
karena tergoda jadi tak tahan,
tadi dipantang kini dimakan.

III
Kalau durian sudah keluar,
buah yang lain menjadi tawar,
karena memang buahnya besar,
dimakan dua laparnya kelar.

Hiks.. hiks.. kepengen makan sampai banyak,
tapi dijawil ibunya anak,
takut didalam jadi tempoyak,
bisa menjadi terberak-berak.

Ah, durian sungguh menggoda hati..
Merusak hidung hidung sepanjang hari,
semoga badan sakit tak jadi,
karena masih kepingin lagi.

Hahahaha.

Al Faqiir

Hamdi Akhsan

Senin, 04 Juli 2011

237-2011. Syair Mahasiswa

237-2011. Syair Mahasiswa

                    Oleh
                    Hamdi akhsan


I
Inilah syair yang bikin kesal,
dibuat dengan bahasa nakal,
karena sedang sumpek diakal,
tentulah gondok pembaca bakal.

Berkisah tentang si mahasiswa,
dikampus dan diluaran sana,
berbagai polah berbagai tingkah,
kadang membuat dirinya susah.

Namanya saja masih belajar,
kalaulah salah masihlah wajar,
yang penting jangan kurang ajar,
ataupun sampai dosen dikejar.

II
Haha, ada yang senang jadi aktivis,
kemana-mana selalu kelimis,
jadi idola yang gadis-gadis,
alamaaakk, diputar-putar ia punya kumis.

Belumlah lagi yang pintar ngomong,
istilah banyak kayaknya sombong,
rupanya IP dua kosong-kosong,
haha, ketauan kalau nilai melompong.

Ada pula yang hobi pacaran,
setiap hari kayak kasmaran,
sibuk mencari calon sasaran,
kalaulah dapat langsung jadian.

III
Wah, ada yang selalu rajin belajar,
sikapnya juga selalu wajar,
kepada dosen tak kurang ajar,
cepatnya tamat yang ia kejar.

Tapi kadang mereka kecewa,
prediksi nilai ternyata beda,
dikira bagus rupanya parah,
aduuuhhh, benci sekalee jadinya.

Haha, ada pula yang sampai nangis,
hatinya mungkin rasa teriris,
kecewa pada dosen yang bengis,
padahal sudah belajar habis.

IV
Ada pula yang masa bodoh,
tujuan kuliah mencari jodoh,
kerjanya cuma bikin seloroh,
yang model ini jangan dicontoh.

Haha, di perpustakaan orang belajar,
tetapi dia membawa pacar,
supaya mojok berjalan lancar,
wah, yang model ini kurang wajar.

Berhati-hati dengan buaya,
kerjanya cuma memperdaya,
mulutnya manis agar percaya,
setelah itu memangsa dia.

V
Wah, macam-macam tingkah dikampus,
berbisik-bisik didalam bus,
kadang terdengar ucapan ketus,
maklum ni lagi pacaran serius.

Haha, jangan lupa tugas utama,
amanat orangtua pertama,
IP nya harus tiga koma lima,
tamatnya juga jangan lama-lama.

SPP sekarang sudah mahal,
jangan menjadi anak yang nakal,
jadikan nasehat sebagai bekal,
peraslah otak peraslah akal.

VI
Saat ujian kadang terlihat,
ada yang sibuk membuat jimat,
kertasnya kecil dilipat-lipat,
haha, itulah bentuk tipu muslihat.

Kadang yang ngawas sambil mengantuk,
peluang bagus itu termasuk,
tapi awas ia batuk-batuk,
cepat-cepat jimatnya masuk.

Ada yang suka melirik-lirik,
catatan teman ditarik-tarik,
Kadang mendapat ia secarik,
nilainya baguuus bikin sirik.

VII
Habis ujian ada yang nangis,
karena dia langsung pesimis,
seperti hidupnya bakal habis,
haha...jangan gitu neng geulis.

Nilai dikampus bukan segala,
setelah tamat tidak berguna,
ilmu yang lain carilah pula,
organisasi tempat adanya.

Tapi janganlah lupakan tugas,
buatlah bagus diatas kertas,
jangan ditunda dan jangan malas,
jadilah pemuda pekerja keras.

VIII
Belajar juga tekniknya loby,
dilanjut dengan bernegosiasi,
supaya hebat tamatnya nanti,
ditempat kerja  punya prestasi.

Jadi aktivits harus disiplin,
jadwal dibuat dan disiapin,
baju disetrika supaya licin,
tutur dijaga supaya yakin.

Kalau meminta jangan memaksa,
cobalah dengan cara biasa,
rancanglah demo kalau terpaksa,
tapi dijaga tata bahasa.

IX
Wow ada pula jenis mapala,
mahasiswa paling lama sebutan ia,
empat belas semester baru tamatnya,
kasihan juga orangtuanya.

Penyebab karena ia terlena,
organisasi yang utamanya,
kuliah tidak dihiraukannya,
jadilah ia senior utama.

Temannya sudah menggendong anak,
dia masih saja berteriak-teriak,
protes segala sampai serak-serak,
wadoou, pening melihatnya alamaaakk.

X
Betul!betul! ada juga yang jual tampang,
memikat terlihat dimata orang,
Tapi dilihat ia punya uang?
dompetnya sudah kering kerontang.

Dompet tebal kayaknya keras,
isinya ternyata cuma kertas,
di kos an cuma ada beras,
wah...duitnya habis untuk berhias.

Baju dipakai mahal-mahal,
di supermaket tempat dijual,
begitu pula kerennya sandal,
ternyata...pinjam teman jadi modal.

XI
Ada pula salah jurusan,
menornya ia punya pakaian,
ketat seperti didalam iklan,
dipamer-pamer itu tonjolan.

Haha, kasihan juga lihat yang gini,
membuat naik jakun lelaki,
dikira nakal sebagian pasti,
membuat dia sendiri keki.

Baiknya pakaian yang wajar saja,
cantik dan gagah yang alamiah,
orangnya pintar dan bersahaja,
biasanya kelak jadi idola.

XII
Syairku berhenti sampai disini,
nanti tersinggung anto dan ani,
dikira pak dosen sungguh berani,
padahal cuma ber haha hihi.

Kalaulah baik silah diambil,
kalau tak enak usah dibangkil,
anggaplah cuma cubitan kecil,
supaya jiwa bisa terpanggil.

Kalau tersinggung kumohon maaf,
tersalah kata ataupun khilaf,
karena dibuat seperti sulap,
dalam sejenak sudahlah siap.


Al Faqiir

Hamdi Akhsan

Kamis, 30 Juni 2011

211-2011. R E S E P S I

211-2011. RESEPSI
            Oleh
            Hamdi Akhsan
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 





 
I
Betapa sibuk di pagi hari,
orang bersiap pergi resepsi,
baju dipilih yang paling asri,
para wanita cantik sekali.
 
Berbagai makanan dihidangkan,
minuman juga manis-manisan,
daging dan sayur disajikan,
tinggal pilih yang disukakan.
 
Wah, anak-anak banyak yang ikut,
pilih makanan tak takut-takut,
bahkan yang enak dulu direbut,
bahkan tak malu terkentut-kentut.
 
II
Hati-hati pilih makannya,
bisa mencret setelah pulangnya,
jadi urusan orang rumahnya,
ke rumah sakit nanti jadinya.

Kasihan kakek nenek yang antri,
sampai gemetar ia punya kaki,
harusnya tak usah mengantri lagi,
atau tak usah mengantri lagi.

Hai hai, hati-hati termakan tulang,
bisa semaput setelah pulang,
repotnya bukan alang-kepalang,
rasa sakitnya tak hilang-hilang.

III

Di depan pengantin senyum-senyum,
menebar ke depan bau harum,
itu memang yang sudah umum,
undangan juga pada maklum.

Dikiri kanan orang tua,
duduknya keren penuh wibawa,
kadang tersenyum kadang tertawa,
begitu bahagia suasana terbawa.

Protokol resepsi mulai bicara,
bacakan semua susunan acara,
coba ciptakan suasana gembira,
seperti harapan undangan para.

IV
Yang kurang bagus biduannya,
tak lihat dulu siapa undangannya,
supaya bisa pilih lagunya,
dan diatur rapi pakaiannya.

Nyanyinya banyak lagu dangdut,
kadang bunyinya berdebut-debut,
jogetnya juga sudah tak patut,
waduuuh, kadang sampai nyebut.

Tapi itulah kebiasaan,
yang sudah dianggap kemestian,
padahal enak pakai nasyidan,
ataupun lagu nostalgiaan.

V
Ada yang sibuknya ngobrol saja,
tak tahu acara sampai dimana,
yang penting tiba waktu makannya,
maju dahulu keantriannya.

Yang bawa anak juga banyak,

ayaknya cari makanan enak,
tapi sesungguhnya kurang layak,
kasihan dengan ibu dan bapak.

Kadang ada makanan kurang,
yang terakhir tak dapat rendang,
gerutu sendiri setelah pulang,
malah kecewa orang diundang.

V
Hati-hati yang darah tinggi,
daging kambing silah hindari,
daging yang lain cukup cicipi,
supaya makanan bisa rasai.

Yang sambutan coba diringkas,
tak usah panjang-panjang diulas,
kalimat yang keluar harus jelas,
supaya undangan merasa puas.

Acara panjang membuat bosan,
baik tamu maupun besan,
orang pergi banyak alasan,
perut lapar menunggu makan.

VI
Syair resepsi sampai disini,
jangan tersinggung uda dan uni,
atau merasa nina dan nini,
karena kalimat sungguh berani.

Bagi yang akan ada resepsi,
sederhana saja nikah pestai,
jauhkan sifat pamer dan iri,
sesuai kemampuan baiknya jadi.

Uang yang banyak silah tabungkan,
bekal berdua tuk masa depan,
hadapi hidup penuh tantangan,
sertai jalani perintah Tuhan.

Al Faqiir

Hamdi Akhsan

Selasa, 28 Juni 2011

217-2011. Syair Tentang Fesbuker (2)

217-2011. Syair Tentang Fesbuker (2)

                 Oleh
                 Hamdi Akhsan

















I
Syair fesbuker akan berlanjut,
para pembaca jangan terkejut,
apalah lagi sampai menuntut,
membuat penulis kalang-kabut.

Orang berfesbuk dimana-mana,
semakin banyak dipakai guna,
ada yang untuk tebar pesona,
atau menulis pengganti pena.

Pada pembaca jangan alergi,
apalah lagi merasa rugi,
karena hanya ingin berbagi,
juga menghibur yang sakit gigi.

II
Haha, setiap hari membuka dinding,
membaca status kadang merinding,
ada yang nulis dirinya gering,
ada yang teriak kantongnya kering.

Kalau fesbuknya dibuka sering.
ada yang sedang belajar akting,
waduh, foto dibuat posisi miring,
melihat saja kepala pening.

Ada yang upload gambar kambing,
atau memakai gambar kepiting,
ada rambutnya separuh kerinting,
alah mak, ada pria beranting-anting.

III
Belumlah lagi kata-katanya,
bermacam-macam yang ditulisnya,
kadang masalah rumah tangganya,
ada yang mancing komen pacarnya.

Haha, ada pula kata yang kasar,
sumpah serapah diumbar-umbar,
ada yang tenang dan juga sabar,
banyak pula yang tanya kabar.

Ada yang protes pada penguasa,
atau mengungkit ia punya jasa,
atau menulis yang ia bisa,
komplet, isinya beraneka rasa.

III
Ada yang sibuk jualan bebe,
iklannya banyak bikin berabe,
mengirim terus semau gue,
tak tau kalau yang dikirim kere.

Haha, laptop juga sering dijual,
katanya murah tak mahal-mahal,
buatan luar yang pasti handal,
lumayanlah, bagi yang punya modal.

Walah, ada yang jual obat kuat,
untuk dipakai mengumbar syahwat,
tahu istrinya bisa gawat,
haha, padahal cuma meliat-liat.

IV
Aneh pula status pacaran,
gaya menulis selalu kasmaran,
dibaca orang sampai ratusan,
awas lho kalau nggak jadian.

Bertengkar status juga terjadi,
isinya berupa saling mencaci,
efeknya tentu sakitnya hati,
ketemu diluar bisa kelahi.

Ada yang teriak ketakadilan,
seperti obral sedang jualan,
entah serius atau sambilan,
setelah itu status guyonan.

V
Ada aslinya memang penipu.
sok baik ia bertingkah laku,
berkata sopan seperti ratu,
tak tahunya hilang kayak hantu.

Berhati-hati dengan mereka,
bohong selalu yang ia suka,
kalau percaya sudah terbuka,
alamat kita bakal berduka.

Jangan lupa untuk waspada,
simpan sedikit rasa curiga,
barulah kenal sebentar saja,
tidaklah cukup untuk percaya.

VI
Hai hai ada pula tipu tak jahat,
di fesbuk wajah mulus mengkilat,
bertemu aslinya penuh jerawat,
ah...sepertinya jadi salah lihat.

Sekali waktu teriak hadow,
wajah mulus karena dishadow,
karena cantik lantas difolow,
ternyata...woooooowwwww.

Ada pula foto yang lucu,
pria sejati yang pakai gincu,
tak pakai baju tapi berkacu,
haha,rupanya sudah punya cucu.

VII
Kadang ada yang marah-marah,
tak ada yang tanggap apa dicurah,
rasanya sudah menulis mesra,
ternyata ia cuma salah kira.

Memang susah untuk dikenal,
apalah lagi tulisan dangkal,
yang laku kalau yang agak nakal,
untuk mereka berambut ikal.

Ada yang suka mengupload lagu,
lagu sekarang atau dahulu,
memang hobinya sudah begitu,
ya biar aja tu....

VIII
Inilah sekelumit syair fesbuker,
ditulis saat teganya leher,
hari dah sore menjelang teler,
sebentar lagi tidur terseler.

Semoga syair bawa manfaat,
mengandung ilmu beserta hikmat,
terjauh dari jeleknya sifat,
jadi ajaran jadi ibarat.

Diakhir syair maaf kupinta,
kalaulah ada tersalah kata,
karena sudah ngantuknya mata,
putihkan hati berpisah kita.


Al Faqiir


Hamdi Akhsan

Kamis, 23 Juni 2011

78-2011. Syair Selingkuh

78-2011. Syair Selingkuh

               Oleh
               Hamdi Akhsan























I
Dengan Istighfar syair  bermula,
Bermohon ampun kepada Allah,
Menulis tentang  suatu masalah,
banyak  disuka  walau  tercela.

Sekarang  sudah  menjadi  pola,
apa yang keliru banyak dibela,
yang benar jadi tersingkir malah,
agama bukan menjadi millah*

Seluruh bidang sudah gejala,
selingkuh bukan dianggap salah,
tapi terpaksa sebagai kilah,
sebagai balas orang yang kalah.

II
Pertama tentu urusan syahwat,
kalau mencuri katanya nikmat,
walaupun puas hanya sesaat,
penting tercapai maunya hasrat.

Kalau lelaki keren mengkilat,
ditambah pula licinnya jidat,
uang disaku berlipat-lipat,
merasa ia sudahlah hebat.

Mulai dicari tipu muslihat,
segala cara dipasang jerat,
ada yang murni ada dibuat,
yang penting tujuan bisa didapat.

III
Katanya kini banyak terjadi,
tidak harmonis suami istri,
bercerai susah setengah mati,
jadilah selingkuh untuk solusi.

Apalah lagi mau poligami,
baru berkata merajuk mami,
terpaksa cuma makan supermi,
atau sarapan di warung parmi.

Belumlah lagi orang ngerumpi,
membuat merah ronanya pipi,
seperti siraman minyak di api,
membuat takut golongan papi.

IV
Ada pula selingkuh politik,
segala cara diotak-atik,
supaya lawan tidak berkutik,
atau melawan tidak terbentik.

Diumpan dengan gadis yang lentik,
ataupun dana besar disuntik,
kalau tak mempan dibikin titik,
berakhir karier si tukang kritik.

Kalaulah lancar munculnya cantik,
berbagi kuasa melalui intrik,
yang putih tercampur menjadi batik,
dari berani jadi mengkirik.

V
Ada pula selingkuh bisnis,
karena wataknya yang oportunis,
diawal janji bunyinya manis,
khianat nanti membuat tangis.

Berbeda dengan pria berkumis,
atau si cantik yang hitam manis,
selingkuh politik caranya bengis,
korbannya banyak segala jenis.

Selingkuh bisnis bikin teragis,
membuat bangkrut jadi mengemis,
sekarang lusuh dulu kelimis,
terkadang sampai dipakai magis.

VI
Apapun namanya tetap selingkuh,
karena yang ada tidaklah utuh,
atau fondasi iman yang runtuh,
atau terpaksa karena butuh.

Kalaulah mungkin segera kembali,
pakailah cara ridho Ilahi,
walaupun berat jadikan istri,
atau segera jadi suami.

Dunia politik jangan tuhankan,
harta yang banyak jangan banggakan,
karena semua kan ditinggalkan,
ketika mati membawa kafan.

VII
Walau poligami perkara berat,
jadikan jalan selamat akherat,
asalkan bukan semata syahwat,
atau karena watak yang jahat.

Kalau tak mampu segeralah taubat,
mumpung masanya belum terlambat,
tak mungkin lagi saat sekarat,
membuat sengsara hidup akherat.

Syairku ini hanya ibarat,
semoga diampun dosa berkarat,
bermohon hamba agar selamat,
di padang mahsyar tidak melarat.


Al Faqiir

Hamdi Akhsan

*Millah = petunjuk hidup,jalan.