Rabu, 25 Mei 2011

169-2011. Kekasih, Ampuni hamba-Mu!

169-2011. Kekasih, Ampuni hamba-Mu!

                 Oleh
                 Hamdi Akhsan


I.
Kekasih, ampunilah lidahku yang banyak menabur dusta.
Ampunilah kelemahanku yang masih banyak berbuat nista.
Ampunilah  pandanganku yang tak sanggup menahan mata.
Ampunilah ketak istiqamahanku pada-Mu dalam utuhnya cinta.

Betapa seringnya, bersilang antara doa dan perbuatan hamba.
Karena nafsu yang tak mampu ditolak dan sifat yang lengah.
Karena tergiur dengan indahnya perhiasan-perhiasan dunia.
Dan tak  sadar kelak  dipertanggunjawabkan kepada-Nya.

II
Dalam kesenyapan dan dinginnya malam jiwa merintih.
Tangisi melekatnya noda yang mengotori jiwa nan putih.
Ratapi lemahnya diri dalam kehidupan duniawi akan tersisih.
Walaupun ruh nan suci dalam kesalahan dosa  selalu merintih.

Bait-bait suci firman-Mu menjadi  hiburan yang  menyejukkan.
Dalam kelemahan  dosa seorang hamba terbuka ampunan.
Segala dosa dan kesalahan hamba kelak akan dilupakan.
Asalkan  taubat dan istighfar  dalam hidup ia lakukan.

III
Mengapa  jiwa tak lembut sebagaimana  para pencinta.
Yang saat tadahkan tangan selalu diikuti cucuran airmata.
Yang dalam  sesenggukan tak sanggup lagi merangkai kata.
Kecuali memohon rahmat Ilahi dan dijauhkan dari derajat nista.

Kurindukan pembelaan  ayat-ayat suci dalam  sempitnya kubur.
Kurindukan pembelaan amal karena jalankan akhlak nan luhur.
Sadari  betapa kelak  tiada sanak  keluarga yang menghibur.
Dan siapapun akan sesali semua  kesalahan yang terlanjur.

IV
Kekasih, dalam lemahnya diri dan kecintaan materi.
Inilah  permohonan hamba  pada-Mu wahai Ilahi.
Berilah hamba keimanan yang tak berubah lagi.
Selalu  ingat  perjumpaan  dengan-Mu  pasti.

Pada-Mu jua hamba berserah diri.


Al Faqiir


Hamdi Akhsan

0 komentar:

Posting Komentar