Senin, 16 Mei 2011

141-2011. Mana Dirimu Wahai Penegak Izzah?

141-2011. Mana Dirimu Wahai Penegak Izzah?

                 Oleh
                 Hamdi Akhsan

I
Badai Peradaban berubah jadi prahara yang menggila.
Bagai malaikat Isrofil telah meniupkan sangkakala.
Yang menjadi penghulu adalah sifat tercela.
Dan penyelesaian sengketa dipenuhi bala.

Dunia diatur  hukum rimba yang kejam.
Yang berani  melawan  segera dihantam.
Yang berkuasa adalah peradaban yang hitam.
Dan negeri-negeri yang lemah segera tenggelam.

II
Tiada kini kesetaran budaya antar bangsa mengatur dunia.
Negara yang hebat senjata membuat aturan dengan pongah.
Akan segera  dirampas sebuah negeri manakala rakyatnya lemah.
Dan secara berkelompok mengeroyok untuk berbagi kekayaannya.

Adalah sebuah tujuan keji yang disembunyikan rapi dibalik serangan.
Tiada lain merampok sumber-sumber minyak  yang menjadi tujuan.
Serta  sesegera  mungkin  mengeroyok  pemimpin  negeri Islam.
Sehingga mereka pun tetap lemah dan menjadi sapi perahan.

III
Mana dirimu wahai para turunan Panglima salahuddin?
Tegakkan kepalamu wahai penerus Mahmud Sabaktekin.
Mana wibawamu hai pelanjut Timur Lenk yang dahulu yakin.
Datanglah wahai generasi  Muhammad Al Fatih sang Mujahidin.

Mana harga diri  pejuang sejati dari  tengah gurun pasir Arabia.
Yang lengkingan takbir para mujahidnya menggetarkan jiwa.
Yang sanggup hancurkan kekuatan Sang Kisra di Persia.
Dan sebarkan kebenaran ke seluruh penjuru dunia.

IV
Dalam tangisan  ratapi kehinaan  hamba berdoa.
Kelak muncul seorang pemimpin yang amanah.
Rindukan jalan kesyahidan atau agama  jaya.
Dan tegaknya panji-panji Ilahi yang mulia.

Dalam kerinduan lahirnya kembali Khilafah.
Bermohon hamba pada sang Maha Pencipta.
Hapuskan dari kami masa berat zaman Ghuroba.
Dan kembali Kebenaran-Mu bak benderang cahaya.

V
Kini para pembenci-Mu tegakkan kepala dengan pongah.
Mengaum hebat getarkan nyali  umat pilihan  yang lemah.
Dicabik dan diserakkan musuh bagai tak berartinya  remah.
Dan mengharap kasihan musuh yang akan memberi derma.

Para pemimpinmu?mereka sibuk menjilat agar tak diganggu.
Menyenangkan  para tuannya di  barat  sana tak malu-malu.
Ketika sudah tidak berguna lagi bagi mereka,ia akan disapu.
Sayang  tak  belajar, sesungguhnya  engkau telah tertipu.

VI
Wahai kaum muda  para calon  pemimpin masa depan.
Sanggupkah  amanah  berat ini akan engkau emban.
Tegakkan harga diri dan mampu untuk diandalkan.
Bangkitkan harapan yang telah lama dinantikan.

Seribu doa dan permintaan telah kami panjatkan pada Allah.
Airmata Palestina, Afghanistan,dan Cechnya bercampur darah.
Mereka menunggu para  pemimpin yang berani tegakkan Izzah.
Untuk membawa mereka pada  hidup dibawah naungan khilafah.

Al Faqiir


Hamdi Akhsan

0 komentar:

Posting Komentar