Sabtu, 21 Mei 2011

149-2011. Tentang Marah Yang Membakar

149-2011. Tentang Marah Yang Membakar

                 Oleh
                 Hamdi Akhsan

I
Betapa aku tak sadar malam ini syaitan telah bersorak.
Tatkala  terlontar dari  nafsuku  amarah yang bergejolak.
Dada yang sesak dibakar  panasnya api yang  menggelegak.
Dan menjadikan  kedekatan dan kebaikan dihati menjadi retak.

Betapa jahatnya amarah telah membuat nero membakar Roma.
Hulagu Khan pun jadikan sungai Eufrat jadi genangan darah.
Ariel Sharon penjagal lakukan pembantaian Sabra  Satila.
Sungguh kemarahan pasti lahirkan prilaku yang tercela.

II
Amarah bakar  kebaikan bak  hangusnya  padang  ilalang.
Membuat timbunan kebaikan nyang diberi menjadi hilang.
Mata yang teduh punn akan  memerah bagai mata elang.
Sungguh ia  menguatkan  nafsu  sehingga  makin jalang.

Tiada kehangatan dan kasih  sayang  dalam amarah.
Membuat jiwa yang tenang berubah jadi gelisah.
Ciptakan  noda  hitam  kotori  indahnya  rasa.
Dan disesali  kelak  setelah  badan  binasa.

III
Amarah nafsu bagai  api  yang  membakar.
Yang semula mudah lantas berubah jadi sukar.
Runtuhkan kekuatan yang dimiliki jiwa yang tegar.
Menutup pintu kebaikan dan jauhkan hati yang sadar.

Amarah yang lahir karena harga diri agama disebut Ghirah.
Membuat para pencinta Ilahi berjuang tak pernah menyerah.
Walau hidupnya  harus berakhir syahid dan  bersimbah darah.
Sepanjang hidup keikhlasan dan kerinduan pada-Nya tercurah.

IV
Amarah syaitan lahirkan dendam, kenekadan & penyesalan.
Ciptakan rasa ragu  melangkah untuk  mencapai tujuan.
Surutkan tekad dengan niat yang telah ditanamkan.
Seperti duri yang halangi insan dalam perjalanan.

Jauhkan diri dari  amarah yang  melemahkan.
Jalan seperti itu  akan jauh dari Ridho Tuhan.
Kecuali karena  Agama yang dipertahankan.
Namun  tetaplah  harus ikuti perintah  Tuhan.


Al Faqiir

Hamdi Akhsan

1 komentar: