Senin, 02 Mei 2011

113-2011. Air Mata Sang Pengembara

113-2011. Air Mata Sang Pengembara

                 Oleh
                 Hamdi Akhsan

I
Malam  ini langit nan hitam begitu pekat.
Seakan membawa kegeraman para malaikat.
Yang sepanjang zaman  kepada Ilahi selalu taat.
Dan lantunkan kidung suci tanpa bercampur hasrat.

Sungguh birahi Qabil  terhadap Ikrimah bercampur darah.
Dan syaitan pun menguasai jiwa Nero untuk  membakar roma.
Bagaikan sungai eufrat tatkala Hulagu Khan menjadikannya merah.
Serta pekikan kepedihan dan penderitaan mereka yang terluka parah.

II
Luluh lantakknya baghdad dan ratusan ribu pembantaian telah terjadi.
Tiada guna  tangis darah  karena sejarah  takkan terulang kembali.
Kehidupan terus berjalan, ada yang datang dan ada yang pergi.
Bagaikan pergantian siang dan malam serta petang dan pagi.

Kini,sejarah kepedihan masa silam tampak akan berulang.
Musuh  berbuat  semena-mena dan keberanian hilang.
Agama  Ilahi  ditinggalkan  kehinaan pun menjelang.
Dan suramlah agama suci yang pernah cemerlang.

III
Kini kejayaan yang  pernah ada telah pergi.
Sebuah  kehilangan yang layak  ditangisi.
Kejayaan  yang  sulit untuk  diraih lagi.
Kecuali hadirnya para pejuang sejati.

Kini  kerinduan  itu lahir kembali.
Bagai harapan hadirnya mentari.
Hadirnya  para mujahid  di bumi.
Bangkitkan  cahaya  agama Ilahi.

Pada-Mu  wahai  pemilik  cahaya.
Bangkitkan jiwa kami  agar percaya.
Menjadi khalifah-Mu bangkitkan sejarah.
Agar rahmat  karunia-Mu kembali  tercurah.

IV
Kekasih, tanamkan cinta yang kuat dalam jiwa kami.
Jadikan generasi muda bagaikan bunga-bunga bersemi.
Mohon eratkan ukhuwah untuk para pencinta-Mu di bumi.
Dan ikatkanlah  jiwa-jiwa  kami bagai  kuatnya ikatan tali rami.

Menjelang  akhir zaman  segera  tiba.
Bermohon hamba dengan menghiba.
Meneteskan  airmata sebagai hamba.
Agar segera  berlalu zaman Ghuroba.*


Al Faqiir


Hamdi Akhsan

*Ghuroba : Umat asing dengan agamanya

0 komentar:

Posting Komentar