Senin, 09 Mei 2011

140-2011. Nak, Desamu Telah Hilang

140-2011. Nak, Desamu Telah Hilang

                 Oleh
                 Hamdi Akhsan

I
Sungai-sungai dan rawa di desamu kini telah mengering.
Tiada lagi siulan kepodang kecil yang  hinggap di ranting.
Di sawah-sawah pun kini tiada lagi padi yang menguning.
Dan pergi ke surau  untuk mengaji kini  sudah jadi asing.

Nak, Desamu kini telah berubah  karena keserakahan.
Lenguh kerbau berganti knalpot yang memekakkan.
Setiap keluarga sibuk cari materi dan kemewahan.
Dan sulit engkau cari adanya keramahtamahan.

II
Wajah-wajah ramah yang memancarkan keteduhan kini sudah langka.
Yang tersisa hanyalah kepongahan  sambil menegakkan kepala.
Bangga dengan melimpahnya kepemilikan  harta-benda.
Tanpa peduli harus dikeluarkan zakat dan Sedekah.

Nak, Di desamu  sekarang budaya malu makin tipis.
Pakaian  barat yang tonjolkan aurat digemari para gadis.
Kesucian sebelum pernikahan tidak lagi dianggap hal yang magis.
Serta terhadap peringatan agama banyak orang yang memandang sinis.


III
Nak, Desamu yang damai kini telah menghilang.
Yang tersisa  hanya cara  hidup yang semakin jalang.
Sudah tidak aib lagi ketika malam anak gadis tak pulang.
Karena  keteladan dari  orang tua kini semakin berkurang.

Yang menjadi  pendidik generasi muda kini adalah televisi.
Setiap saat  hidangkan  budaya  syahwat yang sudah basi.
Sedang orang tua  merasa  sudah cukupi memberi materi.
Dan terhadap keselamatan akherat anak sudah tak peduli.

IV
Nak,kalaulah itu yang dikatakan maju,engkau telah tertipu.
Karena hidup didunia akan fana  seiring berjalannya waktu.
Kelak banyak manusia akan sesali nasib yang berakhir pilu.
Tatkala  harus  bertanggung  jawab pada  Allah yang Satu.

Sungguh  semua kehidupan di dunia  akan berakhir fana.
Semua manusia akan kembali ke  bentuk asal dari tanah.
Bagi mereka yang ingkar pada Allah kelak akan merana.
Dan bagi yang beriman pada-Nya mendapat Jannah.

Al Faqiir


Hamdi Akhsan

0 komentar:

Posting Komentar