Sabtu, 02 Juli 2011

225-2011. Kepada Pantai Aku Bertanya

225-2011. Kepada Pantai Aku Bertanya

                    Oleh
                    Hamdi Akhsan


I
Engkau ditaqdirkan jadi pertemuan darat yang diam dan laut yang menggelora.
Di tepimu jutaan tahun ombak tak henti menerpa.
Pasir putih terhampar menyejukkan mata.
Hutan bakau terbentang luas lindungi tepian dengan kukuhnya.

Hewan-hewan laut kecil hidup dalam pasirmu.
Burung camar terbang diatasmu.
Lambaian daun kelapa percantik panoramamu.
Sungguh begitu indah penciptaanmu.

II
Kini,kemana bakau tempat bertelur udang-udang.
Dimana tempat menggelayut kelelawar yang menyerbuk putik buah dan kembang.
Dimana siluet mentari di pasir putih tatkala petang.
Tak tahu,kemana semua menghilang.

Kepada pantai aku bertanya.
Apakah orang tak berbusana menginjak-injakmu engkau suka.
Apakah terhadap punahnya bakaumu engkau tak murka.
Dan apakah kehancuranmu jadi penyebab prahara.

III
Kepada pantai yang menghitam karena polusi aku bertanya.
Apakah matinya orang karena tertelan arus karena taqdirnya.
Apakah menghilangnya burung camar karena punah.
Apakah semua terjadi karena murka-Nya.

Kepada pantai yang menderu aku tanyakan.
Apakah perbuatan manusia tak menyenangkan.
Apakah harmoni antara makhluk telah dirusakkan.
Sungguh manusia bumi ini telah kelewatan.

IV
Betapa kini,pantai bukan lagi jadi tempat yang menyenangkan.
Di banyak lokasi aurat manusia sering dipamerkan.
Keindahan penciptaan Ilahi tertabir oleh pandangan badan.

Pantai yang dicipta kini telah berubah.
Di segala tempat banyak terjadi musibah.
Malapetaka banyak terjadi ditempat yang indah.
Sungguh manusia telah lalai pada sang pencipta.


Al Faqiir


Hamdi Akhsan

0 komentar:

Posting Komentar