Senin, 09 Mei 2011

89-2010. Kedermawanan Para Pendusta

89-2010. Kedermawanan Para Pendusta

                 Oleh
                 Hamdi Akhsan

I
Anakku dengarlah...
Sumpah Iblis tatkala diusir dari surga Allah.
Yang terjadi akibat ketinggian ilmu yang membuat pongah.
Dan karena supremasi penciptaan yang membuat sang hamba menjadi lemah.

Dalam  perjalanan waktu bala tentara Iblis di akhir zaman ini makin bertambah.
Berbagai  metode menyerang  orang beriman bagai air bah.
Ada yang  sesat dan ada yang jadi lemah.
Atau menyerah kalah.

II
Sering terdengar adanya bantuan  biaya untuk belajar ke negeri-negeri barat.
Tanpa sadar apa sesungguhnya tujuan sebenarnya dibalik yang tersurat.
Jadikan putra-putri pencinta Ilahi agar tidak mengutamakan akherat.
Serta tak mampu mengangkat harkat bangsanya yang melarat.

Apa sesungguhnya yang telah mereka ajarkan di sana.
Apakah cara yang baik dalam membangun bangsa.
Ataukah  untuk cari agen  penjajahan budaya.
Ataukah hanya  permainan  basa-basi saja.



III
Mana teknologi  tinggi  diajarkan?
Apalah lagi modal yang diberikan.
Kecuali  secuil ilmu  pengetahuan.
Yang  bukannya untuk diterapkan.

Betapa  semua itu  sungguh  tak sebanding.
Dengan kerusakan di negerinya masing-masing.
Rakyat  menjadi  percobaan cara hidup yang asing.
Dan apapun dampak negatifnya kelak tidaklah penting.

IV
Sebuah pemandangan baru kini biasa terhidang di depan mata.
Tentang betapa rusaknya hubungan antara anak dengan orang tua.
Kehilangan penghargaan dan  rasa hormat tidak  lagi dianggap durhaka.
Itulah ciri-ciri dekatnya masa  akhir zaman yang diberitakan akan segera tiba.

Sungguh betapa akan terasa perih.
Tatkala hanya jalan akal dan materi yang dipilih.
Dalam gelimang harta duniawi jiwa manusia kosong merintih.
Sungguh kerugian besar yang akan disesali tatkala tulang telah memutih.

V
Tak guna mempercayai  ucapan  dan seruan dari mereka para  pendusta.
Tak akan pernah akan berbaik hati pada domba para srigala.
Atau kepada daging empuk singa akan tak suka.
Pasti tersembunyi  tujuan tercela.

Mengapa tidak menggali  kebenaran kitab suci yang terhampar.
Tajamkan mata untuk melihat dan lebarkan telinga  mendengar.
Tentang   pembenci  yang  akan  membuat  negerimu  terlantar.
Dan semua akan disesali di  pengadilan  Ilahi Padang Mahsyar.

Lindungi kami wahai Ilahi Yang Akbar!


Al Faqiir


Hamdi Akhsan

0 komentar:

Posting Komentar