Rabu, 01 Juni 2011

177-2011. Dari Seorang anak kecil pada ibunya.

177-2011. Dari Seorang anak kecil pada ibunya.

                    Oleh
                    Hamdi Akhsan

I
Ibu, betapa kutahu dihatimu ada sejuta cinta.
Aku pun tahu kalau ibu tak ingin diriku menderita.
Aku juga khawatir bila ibu sampai cucurkan air mata.
Aku juga sadar bahwa  dihatimu diriku adalah permata.

Tapi ibunda, betapa  alam bicara  tentang perjuangan.
Mereka yang  lemah  jalani  hidup  akan tersisihkan.
Bagai anak   belajar  berjalan  harus dikejamkan.
Karena setelah perjuangan ada keberhasilan.

II
Ibu, maafkan bila tangisku membuatmu sedih.
Maafkan bila kemanjaanku membuat hatimu pedih.
Maafkan kalau  sikapku membuat telah goreskan perih.
Karena bagi anakmu kehidupan dunia ini masih hitam putih.

Kumohon jangan  salahkan dirimu  atas sebuah  kegagalan.
Karena sesungguhnya nasib manusia telah  digariskan.
Apa yang telah terjadi jangan menjadi penyesalan.
Baik dan buruk itu ada dalam sebuah keputusan.

III
Ibu, jangan sesali semua yang telah terjadi.
Sekuat apapun upaya yang berlaku taqdir Ilahi.
Jalan kehidupan  kita telah ditetapkan di alam azali.
Tinggallah  kita berjuang  agar disisi-Nya  tidak merugi.

Ibu, ajarkan pada anakmu tentang sebuah ketegaran.
Tentang  kesabaran  dalam hadapi  suatu cobaan.
Tentang kekukuhan tatkala jalani penderitaan.
Sebuah kebahagiaan setelah  perjuangan.

IV
Ibu, kumohon buatlah anakmu bangga.
Tatkala  dapatkan  bahagia  setelah  derita.
Tatkala mampu tunjukkan pada sesama manusia.
Tentang keberhasilan perjuangan wujudkan cita-cita.

Ibu, kelak aku akan kuat  sepertimu jalani kehidupan.
Tatkala  cara jalani semua itu engkau teladankan.
Bersama kita akan raih indahnya kebahagiaan.
Hidup  dalam  bimbingan  dan  ridho Tuhan.


Al Faqiir


Hamdi Akhsan

0 komentar:

Posting Komentar