Senin, 27 Juni 2011

215-2011. Ibu, Izinkan Anakmu Menangis!

215-2011. Ibu, Izinkan Anakmu Menangis!

                  Oleh
                  Hamdi Akhsan.


I
Ibu, aku tak tahu mengapa  tiba-tiba dadaku bagai tersayat.
Di masa tuaku rindu dengan pelukanmu yang begitu hangat.
Apakah karena masa-masa  akhir hidup  telah makin  dekat.
Ataukah karena kepedihan hati dan beban yang amat berat.

Ibu, hari ini  izinkanlah anakmu  menangisi diri.
Bagai ketika kecil dahulu kala sedih disimpan sendiri.
Jiwa lembutku sembuhkan luka dengan pergi menyendiri.
Berteman dengan hembusan angin dan kicauan burung nuri.

II
Ibu, Aku tak tahu mengapa jalan didepan tiba-tiba seperti buntu.
Ingin kumelangkah tegar  hadapi hari-hari tanpa  perasaan ragu.
Tapi  mengapa  dalam jiwa  ini begitu  menyayat  kenangan pilu.
Dan membuatku terjebak  dalam rasa rendah diri bak masa lalu.

Ibu, mengapa di hari-hari  ini jiwaku  menjadi  begitu kerdil.
Lemah dan ingin mengadu  padamu seperti dimasa kecil.
Ragu tuk menentukan jalan mana yang akan diambil.
Dan anakmu tak berdaya dalam luka menggigil.

III
Ibu, izinkanlah anakmu menangisi diri  ini seperti dulu lagi.
Semoga  air mataku  bisa obati  segala  kepedihan di hati.
Membuat  langkahku  kembali  tegar untuk  lalui  hari-hari.
Serta jiwaku tidak terjebak dalam kesenangan menyendiri.

Ibu, mengapa hari ini anakmu  merasa tidak ada pembela.
Dalam diam hanya mampu memandang kosong cakrawala.
Rindu ayah yang dalam segala tantangan tak pernah kalah.
Yang dalam  kesulitan yang  dialami tak pernah menyerah.

Ibu, maafkan anakmu yang cucurkan airmata.

Al Faqiir

Hamdi Akhsan

0 komentar:

Posting Komentar