Sabtu, 15 Januari 2011

4-2010. SYAIR ASMAUL HUSNA-I

4-2010. SYAIR ASMAUL HUSNA-I

               Oleh
               Hamdi Akhsan



SYAHADAT TAUHID
I
Diawali niat syair bermula,
menyebut asma dengan Bismillah,
membahas wacana Yang Maha Mulya,
Istighfar hamba kalaulah salah.

Awalnya iman itu syahadat,
pembeda orang iman dan sesat,
kunci utama dalam ibadat,
pembeda pula benar dan subhat.

Syahadat tauhid pokok pertama,
dibaca ikhlas itu utama,
resapkan makna didalam sukma,
agar sempurna dalam agama.

II
Ilmu tauhid hukumnya wajib,
supaya iman tidak terhajib,
menambah faham tentang hal ghaib,
membuat amalan menjadi tertib.

La itu bermakna tiada,
hilangkan segala karsa dan tanda,
buang segala wujud dan benda,
fana segala apa yang ada.

Ilah artinya adalah cinta,
tujuan pertama segala cita,
tempat tujuan setiap kata,
tempat ber-tuhan semua kita.

III
Hanyalah Allah Ilah dituju,
tempat semua hamba tertuju,
tunduk terpaksa atau setuju,
hewan,tumbuhan atau berbaju.

Segala cinta menjadi fana,
selain Dia tiada bermakna,
pada-Nya segala sifat sempurna,
karena Dia niat karena.

Itulah makna syahadat pertama,
tauhidullah ia bernama,
kepunyaan-Nya semua asma,
dipakai doa akan utama.

IV
Asma pertama adalah Rohman,
Pengasih ia sepanjang zaman,
kepada manusia,hewan,tanaman,
nyata dan gaib dapat siraman.

Sifat yang Rohman untuk semua,
tidak Islampun dikarunia,
tunduk dan bangkang dijatah sama,
tiada dipilih tiada utama.

Barangsiapa rajin tafakkur,
terfikir ia akan bersyukur,
banyaknya nikmat tiada terukur,
bersujud ia sampai tersungkur.

V
Asma kedua adalah rahim,
penyayang hanya pada yang muslim,
yang ingkar akan di neraka jahim,
yang beriman ikut jalan Ibrahim.

Hamba disayang itu pilihan,
terhadap coba sabar bertahan,
diberi miskin tetap bertuhan,
dicoba harta rasa titipan.

Jagalah tetap disayang Allah,
taat ibadah itu bermula,
jauhi maksiat berbuat salah,
kerjakan makruf dapat pahala.

VI
Sifat ketiga itu Al-Malik,
resapkan makna wahai sang salik,
mudah baginya membolak balik,
setiap perkara tidaklah pelik.

Malik adalah sifat sang Raja,
bukan dunia atau akherat saja,
di keduanya Ia dipuja,
perintah-Nya meliputi apapun saja.

Tunduklah pada perintah Al-Malik,
sebelum taqdir jadi terbalik,
sebelum iman kita dibalik,
sebelum dikubur sempitnya bilik.

VII
Sifat kelima adalah suci,
Al quddus nama Dia dirinci,
tak perlu jaga atau dicuci,
walaupun semua makhluk membenci.

Sifat yang suci tiada campur,
antara iman bersanding kufur,
antara air ataupun lumpur,
suci-Nya tiada dapat diukur.

Wahai saudara pemilik iman,
buat Al quddus jadi amalan,
Siang dan malam jadi pegangan,
agar menjadi hamba pilihan.

VIII
Dia Maha Pemberi Selamat,
sifat As-Salam kepada umat,
sejahtera kita akan dibuat,
selama jalan selalu taat.

As-salam menjadi karunia,
untuk hamba-Nya kelak disurga,
diberi minum air telaga,
susu dan madu obat dahaga.

Mukmin yang baik kan sejahtera,
hidup di dunia bagaikan sandera,
di padang mahsyar dapat bendera,
kelompok manusia terhindar dera.

IX
Al Mukmin nama-Nya yang ke enam,
Selamat hamba dari terbenam,
godaan syaitan seru jahanam,
tebarkan sihir tatkala malam.

Memberi aman itu sifatnya,
hati yang nyaman pemberian-Nya,
janganlah pernah jauh dari-Nya,
agar selamat dunia akheratnya.

Negeri yang aman karunia-Nya,
karena penduduk tinggi taatnya,
Bencana alam karena murka-Nya,
karena ingkar banyak firman-Nya.

X
Al-Muhaimin sifat ketujuh,
pemelihara yang sangat kukuh,
segala alam Dia yang rengkuh,
segala peritiwa Dia yang sentuh.

Hanyalah Dia sang pemelihara,
baik di dalam tanah atau udara,
juga yang ghaib atau kentara,
walaupun kecil sebesar zarah.

Ingat selalu pada Al-Muhaimin,
pertanda kita adalah mukmin,
dipelihara-Nya tentulah ingin,
kokohlah iman bagai beringin.

XI
Dia-lah Allah gagah perkasa,
sifat Al-Aziz tak butuh masa,
sangatlah mudah bikin binasa,
kepada mereka para pendosa.

Perkasa Dia tiada sama,
kalaulah makhluk tersisip lemah,
tiada yang ada bisa umpama,
walau semua makhluk bersama.

Berlindung hamba pada Al Azis,
jauhkan hamba sifat yang najis,
pelihara hamba godaan iblis,
agar iman tidak terkikis.

XII
Asma ke sepuluh itu Al-Jabbar,
pemelihara makhluk itu mu'tabar,
dipeliharanya daun selembar,
juga sebutir debu tersebar.

Ingatlah selalu hai saudaraku,
sifat Al-Jabbar perlu ditiru,
jangan merusak atau mengganggu,
agar kasih-Nya tiada berlalu.

Sifat merusak temannya syaitan,
yang ganggu hati serta ingatan,
tebarkan dosa bagai lautan,
saling bermusuh tebar hasutan.

XIII
Al Khalik asma yang ke sebelas,
pencipta rezeki tak tuntut balas,
syukur pada-Nya lakukan ikhlas,
ibadah rajin janganlah malas.

Dia mencipta tanpa merusak,
hukum-hukumNya tiada bertabrak,
Indah tersusun segala yang nampak,
rumit dan rapi awal semenjak.

Semua dicipta tak sia-sia,
nyamukpun berguna dicipta ada,
penyakit dicipta sebagai tanda,
iman diuji didalam dada.

XIV
Asma ke duabelas itu Al-Baari'
Maha mengadakan makna ditarik,
percaya lainnya berarti syirik,
kelak dibakar panasnya terik.

didalam sifat Dia setimbang,
membuat,membentuk dan menyeimbang,
hamba tak ragu hamba tak bimbang,
karena engkaulah semesta berkembang.


Al-Baari' asma yang mulia,
tirulah ia jangan tercela,
supaya hidup terjauh bala,
setiap amal dapat pahala.

XV
Al Mushawwir ia bernama,
membentuk rupa yang tidak sama,
sempurna ciptaan bukan umpama,
tapi terbukti sejak pertama.

Betapa laknat mereka yang bilang,
ciptaan diawal berubah ulang,
terbukti sudah saat sekarang,
teori evolusi cuma dikarang.

Ingat selalu hai saudaraku,
ciptaan sempurna sejak dahulu,
baik yang licin atau berbulu,
baik di hilir atau dihulu.

XVI
Asma ke empatbelas itu Al-Ghaffaar,
Pengampun Dia pada yang ingkar,
dikurangi-Nya dosa yang sukar,
dilapangkannya ampunan lebar.

Marilah kita memohon ampun,
walaupun dosa banyak tertampun,
walaupun salah banyak beruntun,
Dia ampuni sepanjang tahun.

Bertaubat kita terhadap dosa,
janganlah pernah berputus asa,
supaya kelak saat binasa,
dibalas dengan amal selaksa.


Al-Faqir

Hamdi Akhsan


0 komentar:

Poskan Komentar