Kamis, 13 Januari 2011

1-2011. BETAPA INGIN DAKU BERSAMAMU (Bagian ke-3 : MA'IYYATULLAH)

1-2011. BETAPA INGIN DAKU BERSAMA-MU

             Oleh
             Hamdi Akhsan


I
Begitulah Abubakar As-Siddiq....
Seorang pencinta yang khawatir amarah dan pedang terhunus mendekat.
Ia cemaskan sang hamba pilihan akan  dihinakan  oleh  para pembenci yang sesat.
Sang hamba pilihan berkata dengan wajah tenang dan memancarkan berkat.
"Jangan bersedih sesungguhnya kita dilindungi para tentara malaikat".

Percayalah,
"Kekuatan-Nya" yang Maha dasyat tidak kan mampu dihalangi sehebat apapun badai.
Tentara-Nya yang diturunkan mampu menyapu gunung, lembah, dan pantai.
Membuat kesombongan firaun dan Namruz yang sombong jadi terkulai,
dan menggelepar bagai daun sehelai.

II
Kekasih...
Engkau tahu gerak sebutir debu dalam gelapnya semesta raya.
Atau getaran elektron dibahagian bumi terdalam sana.
Setiap tasbih tetesan darah.
Dan desah zikir pengembara.
Yang ingin serta dalam cinta.

Dalam qalbu yang terdalam.
Seorang pencinta-Mu dengan pilu bergumam,
Dimanakah Engkau wahai kekasih?Pemilik semesta Alam.
Tatkala raungan pilu muncul di tengah malam.
Ditengah  heningnya kelam.
Menghujam dalam.

III
Tatkala kesertaan-Nya telah menjadi sebuah niscaya.
Milyaran manusia bumi teperdaya.
Dalam sekaratnya budaya.
Ciptaan manusia.

Kekasih,
Getaran dedaunan menyebut asma-Mu telah semakin lirih.
Dikalahkan polusi bunyi teknologi canggih.
Tiada jeda,manusia berlomba sedan jiwa merintih.
Tak sadar,tulangpun memutih.

IV
Kesertaan-Mu dalam setiap langkah.
Memberi semangat bagi para pencinta disebuah masa.
Memicu ribuan kilometer jejak langkah para pengembara cinta.
Sebuah kesertaan yang mengharukan Qalbu dalam dada, mencerahkan dunia.


Al Faqir


Hamdi Akhsan

0 komentar:

Posting Komentar