Minggu, 17 Juli 2011

258-2011. Kepada Saudaraku di Negeri Jauh

258-2011. Kepada Saudaraku di Negeri Jauh
                 (Untuk Para TKI di Mancanegara)

                 Oleh
                 Hamdi Akhsan


I
Saudaraku,
Ramadhan akan datang dan kita semua akan berpuasa.
Sedangkan  dirimu  jauh entah  di negeri mana berada.
Kami serahkan  keselamatanmu  pada-Nya Yang Kuasa.
Agar diberi kekuatan pertahankan iman dan jauhi dosa.

Daku tahu betapa dalam dadamu tersimpan sedu sedan.
berpisah jauh dari keluarga lalui beratnya puasa Ramadhan.
Hari-hari berat engkau lalui ditengah mereka yang asyik makan.
Sementara engkau bekerja keras menguras tenaga sekujur badan.

II
Saudaraku, disetiap  tetes  keringatmu terkandung  banyak  pahala.
Karena engkau lalui daratan  dan samudera luas mencari nafkah.
Karena di negerimu sendiri mereka yang miskin tetap ternista.
Dan engkau  harus pergi  berjuang walau  berurai  airmata.

Aku tak tahu, apakah imanmu  terjaga di  negeri orang.
Atau  hancur bak debu  seperti api membakar arang.
Semoga ia tetap kukuh bagai  seperti batu karang.
Dan tetap terjaga dari perbuatan yang dilarang.

III
Saudaraku, aku tahu airmatamu akan mengalir kala takbir bergema.
Teringat  anak, suami, ayah dan bunda  sedang berkumpul dirumah.
Rindukan sholawat dan salam  saat tarawih begitu syahdu bergema.
Dan anak-anak kecil yang bergembira dibawah sinar bulan purnama.

Bersabarlah hidup mencari nafkah di negeri jauh.
Tadahkan tangan dan pada Ilahi engkau bersimpuh.
Mohonkan perlindungan agar iman  selamat dan utuh.
Serta  diridhoi-Nya  jalan  yang kini  terpaksa  ditempuh.

IV
Saudaraku, latihlah  ketajaman jiwa dengan  bangun  malam.
Resapi firman-Nya yang  tak pernah berubah  sejak masa silam.
Niscaya terhadap  kesedihan yang  menimpamu Dia  tak kan diam.
Karena tiada  satu pun makhluk  lebih kuat dari-Nya di seluruh alam.

Kalaulah memang iman dalam  dadamu sangat  berat untuk terjaga.
Cukuplah  bagimu pergi ke negeri jauh mencari nafkah sekali saja.
Hematlah uang  untuk kelak mencari  nafkah dengan wiraswasta.
Karena di segala penjuru rezeki Ilahi akan senantiasa tercurah.

Al Faqiir

Hamdi Akhsan

0 komentar:

Poskan Komentar