Sabtu, 23 April 2011

89-2011. Di Tanah Ini Daku Ingin Berkubur

89-2011.  Di Tanah Ini Daku Ingin Berkubur

                Oleh
                Hamdi Akhsan

I
Wahai Anak,
Dengarlah olehmu sebuah pesan yang sederhana.
Dari seorang hamba yang akan berakhir fana.
Yang coba sampaikan pesan diujung pena.
Agar generasi pengganti  tidak terlena.

Dulu, tanah  tempatku berpijak  lahan yang subur.
Yang Kaya maupun yang miskin selalu bersyukur.
Terjauh dari sifat yang sombong dan takabbur.
Serta  terhadap  nikmat Ilahi  tidaklah kufur.

II
Tapi kini, segala tempat telah  kena polusi.
Hewan-hewan pembantu sawah telah diganti.
Karena dinini bobokkan bius  kemajuan teknologi.
Maka hewan hidup yang bernilai diganti dengan besi.

Karena tiada lagi  kotoran hewan didapat.
Sawah  pun  gersang  perlu  pupuk dan obat.
Bergentayangan pula rentenir didukung penjahat.
Maka jadilah kehidupan para  petani semakin melarat.

III
Wahai anak, kelak bila daku pergi dari dunia fana.
Kuburkan  aku di tanah yang  tiada pabrik disana.
Jangan bongkar kuburanku atas nama tata guna.
Yang mengusik ketenangan kami diakherat sana.

Jangan kumpulkan tulang-tulangku demi mesin besi.
Atau pindahkan kuburku demi kekayaan materi.
Jangan sakiti nenek moyangmu demi industri.
Atau menganggap enteng suatu generasi.

IV
Di masa silam, negerimu kuat dan disegani.
Sekarang  lemah dan negara kecil pun berani.
Tanah-tanah subur dirampas dan hilanglah petani.
Dan  penduduk lokal pun lantas menjadi asing disini.

Para wanita harus pergi ke negeri tetangga.
Ada yang  tak pulang  dan tak  tahu kuburnya.
Atau  bernasib malang  karena  mereka  teraniaya.
Sungguh sebuah kepedihan yang menyesakkan dada.

V
Wahai anak, Bila kelak kematian menjemput.
biarlah tumbuh subur diatas kubur kami rumput.
Karena dari tanah asal mula manusia dahulu disebut.
Berbeda dengan bangsa jin dan mahluk dari alam malakut.

Kuburkan aku ditanah yang dipagi hari tercium bau embun.
Di tempat segala kefanaan bagi hamba-Nya serumpun.
Dan biarlah kami menunggu sampai seribu tahun.
Sampai kelak datang hari saat semua dihimpun.

Anakku, jadilah engkau amanah dan tekun.


Al Faqiir


Hamdi Akhsan

0 komentar:

Posting Komentar