Selasa, 19 April 2011

108-2011. Kala Hari itu Tiba

108-2011. Kala Hari itu Tiba

                 Oleh
                 Hamdi Akhsan.


I
Inilah syair hamba yang takut,
jelang datangnya sakaratul maut,
tatkala nyawa kelak dicabut,
bagaikan akan pohon tercerabut.

Betapa sering mata melihat,
wajah yang suram cahaya pucat,
tatkala telah datang malaikat,
meregang tubuh sakit menggeliat.

Menjelang masa tersebut tiba,
tangan menadah sambil menghiba.
bermohon ampun pada-Mu hamba,
Rahmat kasih-Mu yang kami damba.

II
Kekasih...
Didalam kitab Engkau ingatkan,
Segala perintah harus kerjakan,
sebagai bekal kelak hadapkan,
agar ampunan Engkau berikan.

Tetapi manusia banyak terlalai,
indah dunia sering membelai,
godaan syaitan bikin terbuai,
terkejut saat hidup selesai.

Betapa sejarah telah ajarkan,
kematian pasti Engkau datangkan,
segala yang fana Engkau musnahkan,
segala perbuatan Engkau balaskan.

III
Pada-Mu memohon hamba yang hina,
berilah diri iman sempurna,
selamatkan hamba di alam sana,
dikaruniai pula surga nirwana.

Kalaulah boleh hamba meminta,
berilah hamba rahmat dan cinta,
Berilah jalan lapang dan rata,
disaat kelak menutup mata.

Terhadap anak istri yang tinggal,
berilah mereka agama bekal,
serta dibuka luasnya akal,
serta menjaga jalan yang halal.

IV
Kekasih...
Tak tahu hamba kapan dipanggil,
bila teringat diri menggigil,
sangat terasa diri yang kerdil,
tak ada seharga batu kerikil.

Walaupun diri banyak bersalah,
terhadap syaitan terkadang kalah,
hamba mengaku pada-Mu Allah,
dosa diriku berkulah-kulah.

pada-Mu hamba berpasrah diri,
bermohon ampun wahai Ilahi,
diberi rahmat sepanjang hari,
dimudah saat datangnya mati.


al Faqiir

Hamdi Akhsan.

0 komentar:

Posting Komentar