Sabtu, 30 April 2011

122-2011.Ridho-Mu Jua

122-2011.Ridho-Mu Jua

                Oleh
                Hamdi Akhsan


I
Di malam ini mengapa petir sambar menyambar  sinari langit nan pekat?.
Seakan beri isyarat  bahwa kehancuran bumi  telah semakin dekat.
Karen kedurhakaan dan keangkaran pada-Mu kian menghebat.
serta keseimbangan  yang ada kini  telah  begitu  sekarat.

Seakan isyarat terompet  malaikat Isrofil telah tiba.
Yang ciptakan  ketakutan setiap jiwa manusia.
Yang membuat seluruh alam hancur binasa.
Serta menghancur luluhkan segala asa.

II
Kekasih,Betapa ingin hamba  menangis.
Mengingat waktuku yang hampir habis.
Perbandingan amal dan dosa yang tipis.
Dan akan diadili  malaikat  yang bengis.

Terbayang diri ketika menjelang pulang.
Bagai seorang musafir bernasib malang.
Daging  akan  berpisah  dengan  tulang.
Disertai oleh derita yang alang kepalang.

III
Kekasih, dalam masa hidup yang masih tersisa.
Berilah hamba kekuatan untuk senantiasa jauhi dosa.
Melatih keimanan didalam diri agar selalu kuat dan perkasa.
Serta Engkau beri  ampunan  pada saat kelak  jasad ini  binasa.

Beratnya  pengadilan  Padang  Mahsyar-Mu  telah  banyak  diberitakan.
Setiap manusia yang didunia saling membela kelak akan saling menyalahkan.
Segala kedudukan dan harta benda didunia malah harus dipertanggungjawabkan.
Dan setiap jiwa akan meratap menyesali segala pelanggaran dosa yang telah dilakukan.

IV
Kepada-Mu wahai Raja  yang Maha Sempurna  dengan segala Pengambilan Keputusan.
Dengan  segenap ketakutan dan ketak berdayaan  hamba panjatkan permintaan.
Dalam masa hidup ini dan kelak setelah kematian berilah hamba kelapangan.
Serta  atas semua dosa dan salah  berilah hamba  kasih dan ampunan.

Sungguh, datangnya  kematian adalah  sesuatu  yang pasti.
Dalam kubur yang sempit bagai  dikurung didalam peti.
Jadikanlah semua itu sebagai pengingat bagi hati.
Agar diri tak lalai dengan hidup setelah mati.

Ya Allah, Ridho-Mu jua yang hamba cari.

Al Faqiir


Hamdi Akhsan

0 komentar:

Posting Komentar