Jumat, 11 Maret 2011

75-2011. Balada Negeri Singa Gurun Pasir

75-2011. Balada Negeri Singa Gurun Pasir

                 Oleh
                 Hamdi Akhsan

Umar Mukhtar Singa Gurun Pasir yang syahid di tiang gantungan

I
Darah rakyat kecilpun kembali berceceran nemambah harumya taman sorgawi.
Atas kekejaman seorang tiran mempertahankan sebuah dinasti.
Sejarah berulang setelah lewat satu  generasi.
Atas pengkhianatan pada raja Idrisi.

Adalah Lebu* ; negeri orang barbar disebelah barat sungai Nil.
Disana tertulis tinta emas sejarah tatkala jihad melawan penjajah memanggil.
Umar Mukhtar Sang Mujahid Agung singa gurun pasir membuat penjajah Italia Menggigil.
Karena datang dan pergi secepat kilat menyerang dan hancurkan musuh bagaikan malaikat Izrail.

Walaupun  kelak  ia pun syahid  di tiang  gantungan.
Namun darahnya menjadi pupuk subur  perlawanan.
Satu syahid akan munculkan puluhan ribu pahlawan.
Memilih harga diri  atau kematian dalam ridho Tuhan.

II
Perlawanan yang hebat lahirkan Liya Merdeka.
Cucu sang Mujahid pun diangkat menjadi penguasa.
Membawa rakyat pada kejayaan serta kehidupan bahagia.
Untuk hidup dan sebarkan agama Ilahi agar kembali menjadi jaya.

Namun di tahun Seribu Sembilan Ratus Enam Sembilan lahirlah konspirasi.
Untuk dudukkan penguasa baru Muammar Abu Minyar Al qaddafi seorang Yahudi**.
Menjadikan Gamal Abdel Naser dan  sosialisme dan nasionalisme arab sebagai inspirasi.
Bukan berpijak pada kebenaran kitab suci ajaran Ilahi sebagaimana yang telah menjadi tradisi.

III
Segala jabatan penting dan kekayaan minyak pun dibagi dikalangan anak-anaknya.
Ia memerintah Libya dengan lima juta penduduk ini bagaikan miliknya.
Yang bisa ia perlakukan sekehendak  hatinya.
Sesuai kehendak hawa nafsunya.

Ratusan Rakyat ditembak mati bagaikan musuh.
Dengan pesawat tempur perlawanan ingin dibuat lumpuh.
Segala cara pertahankan kediktatoran telah dan akan ia tempuh.
Agar kekuasaan diri dan keluarganya disana tetap langgeng dan utuh.
Sungguh itulah watak seorang tiran pada detik-detik terakhir menjelang jatuh.

IV
Dihari ini.
Kupanjatkan doa dalam kepedihan hati.
Moga diberi kekuatan Rakyat Libya di seluruh Negeri.
Untuk tumbangkan  penguasa yang tidak punya hati.

Kepada-Mu Allah, Sang Penguasa Yang Maha Akbar.
Lindungilah  rakyat di negeri  Mujahid  Umar  Muhtar.
Berilah  mereka  semangat  juang  yang  tak  gentar.
hadapi dentuman senjata yang menggelegar.

Ya Allah, Engkau Maha Besar.


Al Faqiir

Hamdi Akhsan

1 komentar: