Sabtu, 05 Maret 2011

54-2011. Kekasih, hamba-Mu kurang bersyukur.

54-2011. Kekasih, hamba-Mu kurang bersyukur.

               Oleh
               Hamdi Akhsan


I
Kekasih...
Dengarlah ratap perih seorang pecundang.
Yang hidupnya jatuh bangun dalam berjuang.
Dalam kasih-Mu yang agung terkadang bimbang.
Dan terlalai ketika kerentaan jasad mulai menjelang.

Dalam cinta yang  bergelimang syahwat ia meratap.
Mohon pada-Mu agar  diberi  iman yang mantap.
Hidup dalam keyakinan  yang  selalu  tetap.
Mengabdi pencipta langit tak beratap.

II
Kekasih...
Hamba malu untuk meminta pada-Mu.
Karena lalai syukuri begitu banyak nikmat-Mu.
Kala  menderita baru memohon pertolongan-Mu
Saat senang tidak menyadari semua datang dari-Mu.

Betapa malunya  diri hamba tatkala datang  sembelit.
Terasa apa yang tak berharga harus dibuang sakit
Bahkan sampai harus diantar pergi ke rumah sakit.
Karena tak syukur nikmat yang dianggap sedikit.

III
Kekasih, sungguh nikmat-Mu tiada terhingga.
Berikan kebaikan tuk seluruh jiwa dan raga.
Rezeki  mengalir melimpah  bak air telaga.
Baik yang sudah tentu atau tak terduga.

Kadang Keyakinan kalah oleh cacing.
Tiada  tangan  dan kaki  organ  penting.
Atau otak dalam kepala dibungkus kening.
Terhadap keterbatasan mereka tak muring.
Sungguh airmata mengalir bila teringat sering.

IV
Kekasih...
Bermohon hamba dengan airmata mengalir.
Mulutku  membisu  dibelai  dingin angin  semilir.
Berilah hamba jiwa dermawan dan jauh dari  kikir.
Yang selamatkan hamba dari dahsyat siksa hari akhir.

Inderalaya, Jelang Malam
Al Faqiir

Hamdi Akhsan

0 komentar:

Posting Komentar