Minggu, 18 Desember 2011

300-2011. Dan Semua Berakhir Fana

                  Oleh
                  Hamdi Akhsan


I
Tahun-tahun pun berlalu dalam kefanaan perciptaan.
Berbagai peristiwa lahirkan harapan dan  keputus asaan.
Ada yang datang ke bumi dan pergi ke  gerbang kematian.
Itulah Sunnah  Ilahi yang tak berubah sejak  dunia diadakan.

Kesusahan dan  kesenangan  dalam kehidupan dipergilirkan.
Bak bunga mekar yang harum mewangi yang layu di taman.
Setelah  itu  akan  tumbuh  buah yang hasilkan  biji-bijian.
Dan bunga-bunga indah yang baru siap menggantikan.

II
Betapa banyak manusia yang tertipu oleh impian semu.
Betapa  banyak  khayal indah  berakhir dengan  taqdir pilu.
Betapa banyak  yang tidak faham garis qadha Ilahi Yang Satu.
Sehingga bayangkan kenyataan seindah bayang mimpi masa lalu.

Kalimat masa silam hendaknya menjadi menjadi pegangan di hati.
Betapa  baiknya orang yang hidup  tak bisa kalahkan orang mati.
Betapa sempurnanya orang dekat tak sesempurna yang pergi.
Karena insan baru rasakan kehilangan saat yang ada pergi.

III
Betapa sering terlihat tangis membuncah saat kematian.
Karena baru terasa kebaikannya pada saat telah kehilangan.
Disaat dekat yang nampak hanya  kekurangan dan  kelemahan.
Itulah nafsu tatkala rasa syukur dan sabar tak dijadikan pegangan.

Tiada guna  airmata duka dan sesal kala yang  dicinta telah tiada.
Karena airmata hanyalah wujud egoisme yang ditinggal saja.
Atau hanya bentuk  pelampiasan hati yang penuh dusta.
Bukan  wujud dari  rasa cinta yang sesungguhnya.

IV
Sungguh, betapa manusia sering kurang menyadari.
Mengapa merasa  kehilangan yang tak  pernah dimiliki.
Mengapa  titipan amanah dianggap  sebagai milik sendiri.
Padahal  semuanya fana  dalam kekuasaan Ilahi Yang abadi.

Sungguh, sesuatu  yang datang  kemudian hilang lebih awal.
Sesuatu yang memiliki tujuan pastilah dahulunya ada asal.
Semuanya  dari Allah  Yang Maha  Memiliki  lagi kekal.
Mari tunduk patuh pada-Nya agar kelak tiada sesal.


Al Faqiir


Hamdi Akhsan

0 komentar:

Posting Komentar