Kamis, 08 Desember 2011

299-2011. Syiar Untuk Kekasih (13)

299-2011. Syiar Untuk Kekasih (13)

                 Oleh
                 Hamdi Akhsan



I
Hari ini tangisan Qais Sang  Pencinta tak lagi terdengar pilu membelah malam.
segenap kepedihan dikubur dan ditutup rapat dalam dekapan masa silam.
Hari berganti, kehidupan fana sebagai sifat segala yang ada di alam.
Dan jiwa-jiwa  para pembenci  senantiasa  abadi dalam kelam.

Mana kerinduan para pencinta dari gurun pasir arabia?
Negeri  para Nabi kini  bergelimang harta dunia.
Tiada lagi Rabiatul Adawiyah sang pencinta.
Yang menebarkan ajaran penyejuk jiwa.

II
Hadir firaun modern yang begitu kejam.
Bak Drakula yang tertawa saat rakyat dirajam.
Yang pada derita sesama mereka hanya bisa diam.
Sungguh dihati mereka  bertumpuk dosa yang menghitam.

Kemana para pemimpin agung perkasa bak Salahuddin Al Ayyubi.
Yang  pekikkan takbir  menegakkan kembali kemuliaan dan harga diri.
Yang sanggup  taklukkan ribuan kilo gurun pasir bak  Mahmud  Ghaznawi.
Angkat bendera Tauhid  menegakkan panji-panji Ilahi  di seluruh tanah Hindi.

III
Kekasih, kurindukan pemimpin sederhana yang sadari jabatan adalah amanah.
Bukan mereka yang berbangga dengan jabatan sambil tertawah pongah.
Bukan mereka yang habiskan uang negara demi penampilan megah.
Atau yang menghina rakyat jelata dengan pesta-pesta mewah.

Mana pemimpin yang larut dalam tangis waktu malam.
Yang takut pada pengadilan Sang Penguasa Alam.
Yang belajar pada pendurhaka di masa silam.
Yang sadar segala tertulis dengan qolam.

IV
Kekasih, kemana lagi harga diri umat ini.
Bermilyar pencinta-Mu diserak bak sepiring nasi.
Yang dihina para pembenci-Mu di waktu petang dan pagi.
Yang tak sanggup penuhi janji menjadi khalifah di muka bumi.

Kurindukan datangnya hamba-Mu yang memimpin mereka yang beriman.
Yang rindukan surga dan kemuliaan ukhrowi bak generasi dahulu di suatu zaman.
Agar dunia dapatkan rahmat dari-Mu dan segenap penghuninya hidup bahagia dan aman.
Di Akhir zaman ini , berilah kami seoran pemimpin yang taat kepada-Mu wahai Sang Maha Rahman.


Al Faqiir

Hamdi Akhsan

0 komentar:

Posting Komentar