Rabu, 15 Agustus 2012

50-2012. Syair Kubur (3)

50-2012. Syair Kubur (3)

               Oleh
               Hamdi Akhsan


I
Syair kuburku akan berlanjut,
berharap diri semakin takut,
tatkala kelak datangnya maut,
segala nikmat akan tercabut.

Setelah jasad insan ditanam,
mulai berubah akan menghitam,
muncullah bau luar dan dalam,
sungguh kejadian begitu seram.

cantik dan gagah akan menghilang,
Begitulah setelah hari berbilang,
meluluh daging meluluh tulang,
berlalu pagi berlalu petang.

II
Malam Pertama membusuk badan, 
dimulai  perut dan kemaluan,
dua yang selalu jadi tujuan,
selama hidup seorang insan.

Rugilah manusia yang tiada takut,
tuhankan kemaluan beserta perut,
semua kan luluh serta mengkerut,
hijau dan hitam warna terliput.

Semua perhiasan tiada guna,
jasad membusuk tiada pesona,
tinggallah diri akan merana,
penuh derita di kubur sana.

III
Malam Kedua membusuk limpa,
hati pun ikut berbau pula,
lambung berair bau sempurna,
paru-paru pun begitu juga.

Hati yang hidup didalam iman,
membuat jasad menjadi nyaman,
diakherat ia kan aman,
dikaruniai tempat surga ditaman.

Lambung manusia akan berguna,
pabila halal dimasukkannya,
dijaga rezeki datang padanya,
dibatasi pula nafsu makannya.

IV
Hari Ketiga semua berubah,
anggota tubuh membengkak sudah,
ada yang membesar seperti gajah,
tak ada lagi yang tampak indah.

Jasad yang gagah sudah berbau,
kalau dilihat pasti kan malu,
sendi-sendi pun menjadi kaku,
mulut terkunci seperti gagu.

Binatang tanah mulai mendekat,
cacing-cacing pun mulai menggeliat,
dengan serakah bangkai dilihat,
untuk disantap begitu nikmat.

V
Setelah seminggu mata pun hancur,
pipi berair tak guna pupur,
lidah si mayat tampak terjulur.
wajahnya seperti hancur lebur.

10 hari sesudah mayat ditanam,
anggota tubuh hancur menghitam, 
semuanya terlihat begitu seram,
itulah taqdirnya hukum alam. 

Masa 2 Minggu Rambutpun rontok,
mata pun kosong kayak tercolok,
habis semua wajah yang elok,
itulah terjadi di hari esok.

VI
15 Hari kemudian sungguh tak nyaman, 
jarak limakilo bau di penciuman,
ulat-ulat pun kan berdatangan,
menyantap mayat jadi makanan.

Jasad yang ada akan berkurang,
sebagian menjadi ulatnya sarang,
sebahagian hitam seperti arang,
sungguh tak lagi seperti orang.

Semakin lama semakin habis,
semua daging kian menipis,
organ dalam pun akan terkikis,
sungguh terlihat begitu menggiris.

VII
Bila sudah 6 Bulan berlalu,
Yang tersisa tulang dan kuku,
beserta rambut saksi yang bisu,
kiamat kelak akan menunggu.

Masa berlalu tanpa terasa
25 Tahun berlalu sudah,
tinggallah secuil tulang yang ada,
ajbudz dzanab (tulang ekor) ia bernama.

Kiamat kelak kan dibangkitkan,
tulang ekor yang dicirikan,
bagai disiram biji tanaman,
jasad kan bangkit sebagai insan.

VIII
Wahai sahabat sesama hamba,
jangan jadikan umur tersia,
manfaatkan baik waktu yang ada,
agar tak sesal dihadapan-Nya.

Semua kelak dipertanggungjawabkan,
waktu yang ada dikemanakan,
harta untuk apa dimanfaatkan,
kesehatan kemana dipergunakan.

syairku ini sampai disini,
moga berguna tuk direnungi,
selama umur masih diberi,
agar bahagia setelah mati.

Al Faqiir

Hamdi Akhsan

0 komentar:

Poskan Komentar