Rabu, 10 Agustus 2011

276-2011. Syair Untuk Kekasih (11)

276-2011. Syair Untuk Kekasih (11)

                 Oleh
                 Hamdi Akhsan


I
Kekasihku.
Sepuluh pertama ini telah hamba lalui dengan kehampaan.
Malam-malam penuh berkah itu tak  lebih hanya  kebiasaan.
Kulalui ratib-ratib tarawih tanpa disertai khusuknya perasaan.
Dan diriku lelap dalam indahnya dunia yang penuh kepalsuan.

Kini, paruh waktu sepuluh kedua telah  datang menghampiri.
Sedang daku tetap asyik  dengan aneka kesibukan  duniawi.
Bekerja keras siang dan malam  untuk mengais secuil rezeki.
Dan tanpa menyadari semakin dekat pada datangnya mati.

II
Kekasih.
Dalam iman yang masih berselimut dusta dan kepura-puraan.
Pada-Mu jua  hamba cucurkan air mata  harapkan ampunan.
Agar dalam hidup ini Engkau  beri manisnya  cucuran iman.
Dan bila lengah di jalan-Mu Engkau beri hamba tuntunan.

Saat ini sepuluh kedua Engkau curahkan ampunan-Mu.
Bermohon  hamba agar diberi  ampunan  dari  sisi-Mu.
Walau masih amat lemah iman  dalam diri hamba-Mu.
Tapi ia akan kuat dengan curahan kasih sayang-Mu.

III
Kekasih,
Diri ini telah banyak berlumur dosa dan kemaksiatan.
Pada-Mu jua tangan  yang nista ini  hamba tadahkan.
Rahmat dan tuntunan dari-Mu  selalu hamba pintakan.
Karena Engkau yang Maha memberi segenap ampunan.

Ampuni hamba yang kadang masih takut pada makhluk-Mu.
Yang lupa bila hidup dan mati setiap makhluk kuasa mutlak-Mu.
Yag kadang bersandar pada mereka yang juga bersandar pada-Mu.
Yang gentar berhadapan dengan mereka yang gentar dihadapan-Mu.

IV
Kekasih, sungguh  segala  yang dititipkan  saat ini akan  berakhir fana.
Lenyap pula segala tipuan  keindahan duniawi yang penuh pesona.
Kami lengah walaupun tahu pasti kelak diri ini akan pergi kemana.
Dengan hanya  pilihan  kebahagiaan  abadi atau  hidup merana.

Kekasih, ampuni hamba yang masih berbolak-balik dalam iman.
Beril hamba kekuatan untuk hidup dijalan-Mu dengan nyaman.
Berilah dalam hidup sahabat yang selalu mengajak ke jalan iman.
Dan rahmati  kehidupan di akherat kelak dengan surga bertaman.


Al Faqiir


Hamdi Akhsan

0 komentar:

Posting Komentar