Senin, 11 Juni 2012

014-2012. Syair Tentang Fesbuker (3)

014-2012. Syair Tentang Fesbuker (3)
                  
                   Oleh
                   Hamdi Akhsan


I
Syair fesbuker terus berlanjut,
Pembaca jangan jadi terkejut,
Atau lantas malah  menuntut,
Membuat saya menjadi takut.

Semua Cuma untuk guyonan,
Jangan dibuat jadi sungguhan,
Apatah lagi dipermasalahkan,
Membuat retak pertemanan.

Janganlah pula jadi merajuk,
Atau umpat ungkapan busuk,
Menyebut kaki empat si makhluk,
Hingga hubungan menjadi buruk.

II
H aha, semakin lama semakin jadi,
Bikin status baru siang dan pagi,
Komen ditunggu jempol dinanti,
Sampai  hangus di kompor nasi.

Belumlah lagi bunyi statusnya,
Segala urusan pun ditulisnya,
Sampai urusan anjing kucingnya,
Begitu pula cabe garamnya.

Kadang ditulis ungkapan kesal,
Atau ungkapan yang agak nakal,
Tak tahu ia ternyata dangkal,
Yang baca!terpingkal-pingkal.

III
Belumlah lagi foto-fotonya,
Menjulur-julur itu lidahnya,
Melotot pula biji matanya,
Hawhaw, itu baguuss katanya.

Tak tahu ia tanggapan orang,
Mencibir teman saat memandang,
Rapi saja pun jelek terkadang,
Apatah lagi foto sembarang.

Wadoww, ada pula foto terbalik,
Sakit leher saat menilik,
Tega banget tuh si pemilik,
Membuat mata teman mendelik.

IV
Ada status selalu agamis,
Fotonya rapi rambut kelimis,
Di atur-atur ia punya kumis,
Berharap dapat itu si manis.

Haha, kasian juga waktu tepergok,
Saat melihat video seronok,
Rencana semula menjaga sosok,
Ternyata terbaca orang besok.

Sibuklah dia memberitahu,
Fesbuknya di hack oleh seteru,
Atau seperti munculnya hantu.
Ya iya,biasalah bela diri begitu.

V
Ada yang pasang foto yang palsu,
Beragam tujuan sudahlah tentu,
Ada yang dipakai untuk menipu,
Ada yang ingin suasana baru.

Kadang fotonya begitu cantik,
Licin seperti keramik antik,
Waktu bertemu jadi mendelik,
Rupanya...penuh jerawat dan bintik-bintik.

Ada pula foto yang seksi,
Cantik rupawan seperti peri,
Ternyata lain ia punya visi,
Memang dipakai untuk transaksi.

VI
Wadoww, belum lagi yang jualan,
Penuhlah gambar si punya laman,
Segala diskon jadi andalan,
Tapi awas!ada yang nggak beneran.

Tatkala barang sudah dibayar,
 Dikira murah barang yang mahal,
Ternyata penjual jenis yang nakal,
Ditunggu seabad tak datang bakal.

Haha, kacian deh lu,
Mau cerita membuat malu,
Tak enak kalau orang tahu,
Dirinya sudah kena ditipu.

VII
Ada yang pakai cari pasangan,
 Status dibuat bak kesepian,
Cari simpati di pertemanan,
Agar tercapai itu tujuan.
Ada mereka yang beruntung,
Merasa cocok bertemu langsung,
Janji dibuat akad di usung,
Sampai tua jodoh bersambung.

Tapi cilaka yang kena tipu,
Pemain lama seperti baru,
Jomblo tentunya ia mengaku,
Ternyata...haha ternyata memang tak laku.

VIII
Ada yang selalu bikin komentar,
Penuh semangat maju tak gentar,
Dibaca teliti pening berputar,
nggak jelas maunya kalimat digelar.

Status dibuat asal-asalan,
Dikira tak lekat dalam ingatan,
Tak tahu kelak jadi sesalan,
Rencana iseng  jadi beneran.

Ada pula yang marah-marah,
Tak jelas maunya kayak penjarah,
Muka yang baca menjadi merah,
Wadoww, yang gini memang parah.

IX
Melihat teman kadang prihatin,
Terkuras ia lahir dan batin,
Main pokernya dari kemarin,
kesehatannya gak difikirin.

Kasihan sungguh lihat dirinya,
Merasa kaya ia tentunya,
Karena bermilyar jumlah chipnya,
Ternyata semu itu maknanya.

Begitu pula game yang banyak,
Jangan terlena awasi anak,
Nanti menyesal nafaspun sesak,
Nilai ujian hancurnya telak.

X
Wahai teman wahai sahabat,
Tunjukkan yang baik untuk dilihat,
Jangan membuat tipu muslihat,
Pasti berbalas laku yang jahat.

Jadikan fesbuk ‘tuk persahabatan,
Bertambah relasi ‘tuk kebaikan,
Silaturahmi kita tingkatkan,
Yang jauh mari kita dekatkan.

Kalau yang baik kita kembangkan,
Pasti manfaat ‘kan didapatkan,
Terjauh dari kemaksiatan,
dapat pahala disisi Tuhan.


Al  Faqiir


Hamdi Akhsan 

0 komentar:

Posting Komentar