Jumat, 04 Februari 2011

42-2011. Syuhada Pun Berguguran

42-2011. Syuhada Pun Berguguran

               Oleh
               Hamdi Akhsan


I
Dihari ini,
Para pencinta-Mu kembali syahid ditangan penguasa yang penuh angkara.
Darah mengalir tebarkan semerbak bunga  jelang dekatnya masa Khilafah.
Suburkan tumbuhnya  ribuan benih untuk datangnya para mujahid muda.
Yang  ikhlaskan diri  berlomba dengan sebuah transaksi  berhadiah  surga

Kamis, 03 Februari 2011

48-2010. Kemana kami harus mengadu?

48-2010. Kemana kami harus mengadu?

               Oleh
               Hamdi Akhsan

Zainal Abidin ben Ali.
Bekas Diktator Tunisia

I
Tuhan...
Dengarlah ratap seorang budak-Mu yang berteman sepi.
Tentang segala peristiwa di negeri para Nabi.
Tempat turunnya agama Ilahi.
Dan kitab-kitab suci.

Sampai hari ini ya Allah,
Bumi Palestina bersimbah darah.
Gaza menjadi sisa penjajahan terakhir di dunia.
Dan Pemimpin muslim di negeri tetangga sibuk berpesta pora.

II
Dalam kurun seribu tahun   cahaya- Mu terangi seluruh Jazirah,
Menjadi pemuka  peradaban  di bumi yang  mencerahkan jiwa.
Para pemimpinnya hidup dalam kemuliaan  dan penuh wibawa.
Serta  rakyatnya  beriman dan  melandasi hidup  dalam taqwa.

Tapi  kini, Para pemimpin  mereka kehilangan  kepercayaan diri.
Mereka sibuk  kumpulkan  harta  dan memuaskan  hasrat birahi.
Kejam dan tega  terhadap rakyat  dalam negeri mereka  sendiri.
Namun takut bagai anjing dikejar pemukul kepada zionis yahudi.

III
Semua terjadi, manakala  tuntunan suci-Mu telah  ditinggalkan.
Mereka sibukkan diri dengan harta dan kekuasaan.
Dibawah perlindungan dan tipu daya syaitan.
Yang membuat  amanah  terlalaikan.

Musuh-musuhpun bertepuk gembira.
Melihat Pemimpin muslim remehkan khilafah.
Yang selama ribuan tahun membuat umat berharga.
Dan menjadikan musuh tidak mampu bertindak semena-mena.

IV
Tuhan...
Dalam gelapnya peradaban dajjal yang begitu dipuja,
kepada siapa kami harus adukan segenap duka.
Para pemimpin sibuk pertahankan kuasa,
sedang rakyatnya banyak menderita.

Kapankah...?
Kapankah akan Engkau turunkan hamba-Mu yang penyayang.
Yang dalam jalankan amanah azab-Mu selalu terbayang.
Yang berantas maksiat dan anjurkan sembahyang.
Serta pada rakyatnya dia selalu sayang.

Tuhan...
Padamu jua  kami haturkan pinta,
Berilah kekuatan-Mu pada rakyat yang menderita.
Jadikan doa dan ratapan mereka sebaik-baik senjata.
Agar bertaubat pemimpin yang sesat atau turun takhta.

Tuhan...
Hanya pada-Mu kami haturkan tangis duka.

Inderalaya, 3/2/2011
Al Faqiir

Hamdi Akhsan

41-2011. Demontran Bayaran

41-2011. Demontran Bayaran

               Oleh
               Hamdi Akhsan

Demonstran pendukung mubarak ; tegap,rambut cepak, dan terampil
 
 
I
Inilah kisah  zaman  sekarang,
diseluruh dunia dipakai orang,
para demostran yang garang-garang,
untuk bertahan atau menyerang.

Pemimpin zalim ingin bertahan,
dicari tenaga dipukul tahan,
siap pula pura-pura ditahan,
untuk tipu manusia dan lawan Tuhan.

Uang ditabur tentu seraya,
dengan menghitung unsur biaya,
tak apa karena mereka kaya,
supaya penonton bisa diperdaya.

II
Rakyat tak tahu memang tertipu,
ada pendukung pemimpin begitu,
bentrokan berdarah terjadi tentu,
padahal pendukung semua palsu.

Yang nyamar bisa juga petugas,
lihat badannya gagah dan tegas,
wajahnya terlihat pada beringas,
pakaiannya nampak ringkas-ringkas.

Kalau mereka dari swasta,
ada lembaga tempat meminta,
setelah nego demo ditata,
sesuai dengan pesanan kita.

III
Itulah kita harus waspada,
demontran murni dipukul sudah,
berdoa kita didalam dada,
supaya kisruh segera mereda.

Pemimpin zalim akalnya licik,
yang benar jadi salah terbalik,
kumpulkan uang emas sebilik,
kelak disiksa sampai mendelik.

Pada mereka yang kena bayar,
ingatlah selalu dosamu besar,
membela mereka yang sudah kesasar,
memukul rakyat seenak pusar.

IV
Itulah madah tentang demonstran,
ada yang bayaran ada beneran,
tak perlu kita menjadi heran,
karena zaman sudah keteteran.

Pada mereka yang lurus hati,
berharap moga berhati-hati,
terhindar dari lecutan cemeti,
ataupun luka setengah mati.

Pada pemimpin yang rakyat benci,
jantanlah jangan seperti banci,
padahal kotor masih sok suci,
sungguh terhina bagai kurcaci.

V
Jadilah pemimpin yang tidak pekak,
tahu hak dan kewajiban letak,
amanah emban janganlah retak,
supaya dicinta rakyat yang banyak.

Bekerjalah engkau secara adil,
jangan biasa gunakan bedil,
pasti dikabul doa rakyat kecil,
sengsara engkau dicabut izrail.

Madahku selesai sampai disini,
moga berguna dan dimengerti,
Bermohon hamba pada Ilahi,
moga diampun salahnya diri.

Inderalaya,
Al Faqiir

Hamdi Akhsan.

40-2011. Doa Untuk Rakyat Negeri Seribu Piramid

40-2011. Doa Untuk Rakyat Negeri Seribu Piramid

               Oleh
               Hamdi Akhsan


I
Di hari ini,
Bumi seribu piramid terguncang dahsyat,
Jutaan manusia tumpah teriakkan kepedihan rakyat,
Darah mengalir dan tangis kesakitan terdengar  menyayat,
Sungguh ketika telah  bersatu rakyat menjadi  kekuatan hebat.

Betapa kejahatan, kerakusan dan kebohongan  kini terbongkar.
Segala tipu muslihat digunakan untuk menyimpan makar,
Bahkan peluru tajam membuat rakyat mati terkapar.
Bagi penguasa busuk segala cara disasar.

II
Di negeri seribu menara kini rakyat telah murka,
Sejuta sumpah  ditujukan pada pemimpin yang serakah.
Yang kebijakannya banyak membuat hati rakyat terluka.
Yang tidak takut pedihnya ancaman api neraka.

Apa saja yang dikerjakan wahai para penguasa,
Setiap  hari sibuk dengan kejahatan dan gelimang dosa.
Tumpukkan harta untuk anak turunan sepanjang masa.
Seolah  terhadap azab  engkau telah mati rasa.
III
Inilah selarik Do,a

Wahai Tuhan...
Jangan Engkau biarkan rakyat menderita  kezaliman,
Atas darah yang tertumpah berilah mereka keadilan.
Berilah mereka pemimpin yang penuh belas kasihan.
Bagaikan Salahuddin  Al-Ayubi yang  membebaskan.

Inderalaya, 3/1/2011
Al Faqiir

Hamdi Akhsan